Libur Nataru, Pelabuhan Tanjung Perak Alami Lonjakan Penumpang Hingga 42 Persen

SURABAYA, KABARHIT.COM – Jumlah penumpang yang naik dan turun di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga 2 Januari 2026, tercatat sebanyak 116.400 penumpang melakukan aktivitas perjalanan laut melalui pelabuhan tersebut. Angka ini menunjukkan kenaikan sekitar 42 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

General Manager (GM) Cabang Kalimas dan GSN PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Sub Regional Jawa, Ana Adiliya, mengatakan bahwa peningkatan ini didominasi oleh sejumlah rute utama yang menunjukkan tren positif.

“Rute yang mengalami tren peningkatan positif antara lain Surabaya–Makassar, Surabaya–Balikpapan, serta Surabaya–Lombok (NTB) yang mengalami peningkatan jumlah penumpang cukup signifikan,” ujarnya.

Menurut Ana, puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 diperkirakan akan terjadi pada H-3. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Pelindo Regional 3 telah menyiapkan berbagai fasilitas tambahan demi kenyamanan dan keselamatan penumpang.

“Kami melakukan penambahan kapasitas ruang tunggu sementara, serta menyiapkan ruang tunggu prioritas yang diperuntukkan bagi ibu hamil, ibu dengan balita, lanjut usia, serta penyandang disabilitas,” jelasnya.

Selain itu, Pelindo juga memasang berbagai informasi penunjang untuk memudahkan penumpang memperoleh informasi perjalanan. Koordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta unsur keamanan yang tergabung dalam posko terpadu turut ditingkatkan.

“Kami berharap penyelenggaraan angkutan Nataru dapat berjalan tertib, lancar, dan aman,” tambah Ana.

Pelindo juga mengimbau para penumpang agar mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan perjalanan laut. Mengingat waktu tempuh transportasi laut yang relatif panjang, penumpang diharapkan menjaga kondisi fisik dan membawa obat-obatan pribadi.

“Kami mengimbau penumpang untuk tetap tertib, menjaga barang bawaan, datang ke pelabuhan tepat waktu agar tidak tertinggal kapal, serta selalu memesan tiket secara online guna menghindari praktik percaloan,” terangnya.

Terkait dampak lonjakan penumpang terhadap arus logistik barang, Ana memastikan bahwa hal tersebut dapat diminimalkan melalui penerapan pemisahan zona operasional.

“Dengan pemisahan zona, pelayanan penumpang dan barang dapat berjalan secara paralel tanpa saling mengganggu,” katanya.

Dari sisi cuaca, kondisi di Pelabuhan Tanjung Perak saat ini terpantau relatif aman. Meski demikian, Pelindo tetap menjalin koordinasi intensif dengan KSOP dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengantisipasi potensi cuaca buruk atau ekstrem.

“Secara umum kondisi cuaca aman, namun kami tetap waspada dan siap mengantisipasi segala kemungkinan,” pungkasnya.

 

Editor : Deni