SURABAYA, KABARHIT.COM - 12 Januari 2026 — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur memastikan stabilitas sektor jasa keuangan di Jawa Timur hingga November 2025 tetap terjaga dan berada pada level yang solid.
Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam mendukung perekonomian daerah serta menghadapi prospek ekonomi tahun 2026.
Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Yunita Linda Sari, mengatakan ketahanan sektor jasa keuangan mencerminkan sinergi yang kuat antara regulator, pelaku industri, dan pemerintah daerah. Menurutnya, stabilitas tersebut menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dari sisi makroekonomi, inflasi Jawa Timur pada November 2025 tercatat sebesar 2,63 persen (yoy) dan meningkat menjadi 2,93 persen (yoy) pada Desember 2025. Meski terdapat tekanan musiman, inflasi masih berada dalam kondisi terkendali dan sejalan dengan sasaran inflasi nasional.
Kinerja pasar modal Jawa Timur menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga November 2025, jumlah investor saham mencapai 1,1 juta atau tumbuh 33,15 persen (yoy), dengan nilai transaksi saham sebesar Rp51,84 triliun atau meningkat 107,70 persen (yoy).
Sektor perbankan tetap stabil dengan pertumbuhan kredit sebesar 2,29 persen (yoy) menjadi Rp623,08 triliun dan DPK tumbuh 4,49 persen (yoy) menjadi Rp826,88 triliun. Likuiditas dan permodalan perbankan berada pada level yang sangat kuat dengan NPL net terjaga di angka 1,53 persen dan CAR mencapai 31,02 persen.
Dengan stabilitas sektor jasa keuangan yang terjaga serta penguatan literasi dan pelindungan konsumen, OJK optimistis sektor keuangan Jawa Timur akan terus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah dalam menyongsong tahun 2026 dan mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Editor : Deni