SURABAYA, KABARHIT.COM Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Maria Ernawati, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian Program Bangga Kencana di Jawa Timur.
Hal tersebut disampaikannya dalam pertemuan evaluasi Program Bangga Kencana bersama perangkat daerah se-Jawa Timur yang digelar untuk meninjau capaian sekaligus memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas pembangunan keluarga dan pengendalian penduduk di wilayah tersebut.
Dalam paparannya, Ia mengungkapkan bahwa seluruh target Program Bangga Kencana di Jawa Timur telah melampaui rata-rata nasional.
“Kita semua mengetahui target-target Program Bangga Kencana yang saya paparkan tadi, semuanya berada di atas rata-rata nasional,” ujarnya, Jumat, (27/02/2026)
Ia menegaskan, berbagai prestasi yang diraih Jawa Timur tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor yang solid. Keberhasilan tersebut, menurutnya, merupakan hasil sinergi antara kementerian, pemerintah daerah, serta mitra eksternal yang bersama-sama mengawal pelaksanaan program.

“Prestasi yang kita ukir di Jawa Timur bukan hanya karena kementerian atau BKKBN semata, tetapi karena adanya sinergitas dan kolaborasi yang melahirkan keberhasilan dalam pengelolaan Program Bangga Kencana, baik yang dilakukan oleh kementerian maupun pihak eksternal,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, dipaparkan dua target utama yang menjadi fokus capaian. Pertama, aspek kependudukan, yakni menjaga stabilitas demografi yang hingga kini telah tercapai sesuai target. Kedua, pembangunan keluarga melalui pendampingan berbasis siklus hidup, mulai dari bayi, anak, remaja, hingga lanjut usia.
Pendampingan dilakukan secara komprehensif agar setiap keluarga memperoleh layanan yang sesuai dengan tahapan kehidupannya. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) pun terus berupaya menghadirkan pelayanan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Terkait percepatan penurunan stunting, Jawa Timur juga mencatatkan capaian yang menggembirakan. Angka stunting di provinsi tersebut kini berada di level 14,7 persen, telah memenuhi target yang ditetapkan. Sementara itu, secara nasional, prevalensi stunting masih berada pada angka 19,8 persen.
“Stunting di Jawa Timur saat ini berada di angka 14,7 persen, sudah mencapai target. Secara nasional angkanya masih 19,8 persen. Yang terpenting, kami berharap para awak media terus memberikan informasi yang edukatif agar keluarga di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, memahami peran dan fungsinya,” paparnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan delapan fungsi keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa. Fungsi keagamaan, misalnya, menjadi landasan dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda guna mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Selain itu, fungsi pelestarian lingkungan hidup turut menjadi perhatian serius. Isu pengelolaan sampah saat ini telah menjadi persoalan nasional, dengan sekitar 60 persen sampah harian berasal dari rumah tangga.
“Sebanyak 60 persen sampah setiap hari dihasilkan dari rumah tangga. Karena itu, kami akan terus mengedukasi keluarga mengenai pengelolaan sampah yang tepat,” tambahnya.
Editor : Deni