SURABAYA, KABARHIT.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur memperkuat hubungan kerja sama dengan Pemerintah Negara Bagian Australia Barat melalui penandatanganan Perjanjian Teknis (Technical Agreement) di bidang olahraga.
Kerja sama tersebut menjadi langkah konkret untuk memperkuat hubungan Jawa Timur dan Australia Barat yang telah terjalin sejak 1991. Kolaborasi diarahkan tidak hanya pada hubungan kelembagaan, tetapi juga pada program nyata untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan prestasi olahraga.
Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil mengatakan, perjanjian tersebut menjadi awal dari kolaborasi yang lebih konkret, terarah, dan saling menguntungkan bagi kedua pihak.
“Kami melihat Australia, khususnya Australia Barat, sebagai mitra strategis yang memiliki pengalaman, sistem, dan keahlian maju dalam pengembangan olahraga prestasi,” kata Muhammad Nabil, Rabu (12/8).
Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan olahraga prestasi, pendidikan olahraga, olahraga rekreasi, peningkatan partisipasi masyarakat, pembinaan atlet berbakat, hingga pengembangan industri olahraga.
Salah satu fokus utama adalah meningkatkan prestasi atlet melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, pelatihan, serta kompetisi. Kedua pihak juga membuka peluang kerja sama dalam identifikasi dan pembinaan talenta olahraga.
Perkuat Sport Science dan Sistem Pembinaan
KONI Jawa Timur menilai transfer pengetahuan dan teknologi olahraga dari Australia Barat dapat memperkuat sistem pembinaan atlet di Jawa Timur.
Sejumlah aspek yang menjadi perhatian antara lain peningkatan kualitas pelatih, penguatan sistem pembinaan, penerapan ilmu pengetahuan olahraga (sport science), pengembangan program latihan, hingga penyusunan dan evaluasi beban latihan.
Identifikasi serta pengembangan bakat atlet juga menjadi bagian penting dari kerja sama tersebut. Selain itu, kapasitas tenaga pendukung olahraga diharapkan meningkat melalui pertukaran pengetahuan dan keahlian.
“Bagi Jawa Timur, dukungan teknis dan transfer keahlian sangat penting dalam mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi tingkat nasional dan internasional, khususnya PON XXII Tahun 2028,” ujar Nabil.
Ia menegaskan, prestasi olahraga tidak boleh dibangun secara kebetulan. Keberhasilan atlet harus ditopang perencanaan yang matang, pelatihan berkualitas, dukungan ilmiah, kedisiplinan, serta evaluasi secara berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan bahwa keberhasilan olahraga tidak diraih secara kebetulan, tetapi dibangun melalui perencanaan yang matang, pelatihan berkualitas tinggi, dukungan ilmiah, kedisiplinan, serta evaluasi yang berkelanjutan,” katanya.
Sasar Pengembangan SDM hingga Keselamatan Atlet
Kerja sama tersebut tidak hanya berorientasi pada atlet dan olahraga prestasi. Pengembangan sumber daya manusia olahraga juga menjadi bagian penting, termasuk peningkatan kapasitas pelatih, administrator, dan personel pengelola olahraga.
Kedua pihak dapat menggelar pendidikan, pelatihan, maupun program pengembangan kapasitas untuk meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia di bidang olahraga.
Aspek keselamatan olahraga turut masuk dalam ruang lingkup kolaborasi. Kerja sama dapat mencakup rehabilitasi medis olahraga, penelitian, pengumpulan data dan statistik olahraga, serta pengelolaan fasilitas dan peralatan olahraga.
Kedua pihak juga membuka peluang kolaborasi untuk mencegah penggunaan obat terlarang dalam olahraga sekaligus memperkuat tata kelola olahraga.
Di bidang olahraga masyarakat, kerja sama diarahkan untuk meningkatkan partisipasi melalui program berbasis komunitas. Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap aktivitas olahraga sekaligus membangun budaya hidup aktif di kedua wilayah.
Perjanjian Teknis tersebut berlaku selama empat tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan tertulis kedua pihak.
Pelaksanaan setiap program tetap menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran dan personel masing-masing pihak. Kedua pihak juga dapat menyusun pengaturan teknis lebih lanjut untuk merealisasikan program-program yang telah disepakati.
Apabila terjadi perbedaan penafsiran atau penerapan terhadap perjanjian, penyelesaiannya akan ditempuh melalui konsultasi dan/atau negosiasi secara damai.
Dokumen kerja sama ditandatangani Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil atas nama KONI Jawa Timur dan Bryce Green, WA Government Investment and Trade Commissioner to Indonesia, atas nama Pemerintah Negara Bagian Australia Barat.
Bryce Green menyambut positif kelanjutan kerja sama tersebut. Menurutnya, Jawa Timur dan Australia Barat memiliki sejarah persahabatan yang panjang sehingga kolaborasi di bidang olahraga menjadi salah satu bentuk kerja sama yang relevan untuk terus dikembangkan.
“Kerja sama ini memang layak dilakukan dan dilanjutkan karena Jawa Timur dan Australia Barat memiliki sejarah persahabatan yang panjang. Demikian juga, khususnya dengan KONI Jawa Timur, yang sejak 2019 sudah menjalin kerja sama,” ujar Bryce.
Sementara itu, Konsul Jenderal Australia di Surabaya, Glen Askew, turut menyambut positif kerja sama tersebut. Ia bahkan mengungkapkan kedekatan personalnya dengan sepak bola Surabaya dengan menyebut dirinya sebagai Bonek, sebutan bagi pendukung Persebaya Surabaya.
Kerja sama ini diharapkan menjadi pijakan baru bagi Jawa Timur untuk memperkuat ekosistem olahraga secara menyeluruh, mulai dari pembinaan talenta, peningkatan kualitas pelatih, penerapan sport science, hingga kesiapan atlet menghadapi kompetisi nasional dan internasional.
Editor : Tri Karyono