Abdul Ghoni : kami Inginkan Pemuda Harus Berani Bicara Berkarakter Suroboyoan " Wani" Jangan Lebay dan Putus Asa

avatar kabarhit.com

KABARHIT, SURABAYA - Badan Kebudayaan Nasional PDIP Perjuangan bersama dengan Taruna Merah Putih menyelenggarakan kegiatan  acara talkshow Kepemudaan dengan mengambil tema " Peran Pemuda Dalam kebangkitan Ekonomi " bertempat di Sentral Ikan Bulak, Sabtu 27 November 2021.

Abdul Ghoni Kepala BKN DPC PDIP Surabaya dalam sambutannya mengatakan, terkait anggaran yang dikeluarakn oleh DPRD Surabaya untuk pembangunan cenderung sedikit, kurang lebih satu triliunan keatas saja.Sementara perlu kita ketahui bahwasanya ada dana kelurahanya yang didistribusikan ke kelurahan di tingkat kecamatan.

"Sesuai dengan amanat permendagri No 130 ayat Tahun 2018, dimana bahwasanya pemerintah kabupaten kota itu wajib mengalokasikan anggaran melalui APBD Kota Surabaya," terang Abdul Ghoni

Untuk alokasi anggarannya di jembatani melaui perwali No 68 tahun 2019 yang di tandai tangani oleh saat ini yang menjabat Mensos yaitu Tri Risma Maharini.

"Perlu kita ketahui, tempo hari yang lalu sebelum pencairan itu seringkali dana itu tidak berani dikeluarakn oleh kelurahan, karena apa, karena mekanis hukum yang masih melekat di dalam situ," terang Abdul Ghoni.

Kami dari DPRD Kota Surabaya Mendorong melalui Bapeko termasuk Eri Cahyadi pada waktu beliau jadi, meminta akan semacam pergantian yang muda muda

"Alhamdulillah, Pemkot melakukan assesment, digantikanlah oleh anak anak muda sekarang, lurah saat ini juga muda muda," ungkap kepala BKN DPC PDIP Surabaya Abdul Ghoni disela sela acara talkshow Kepemudaan, Sabtu malam 27 Nopember 2021 di Sentral Ikan Bulak

Diperwali No 68 Tahun 2019, petunjuk teknis memang diperuntukkan untuk pertama, infrastruktur, kedua,  pemberdayaan.

"Jadi sebenarnya anak muda  harusnya menjadi stimulus, potensi apa yang akan diangkat, kami tidak ingin anak muda menjadi letoy, lebay dan putus asa, anak muda dengan karakter Suroboyoan harus wani," tegasnya

" Kudu wani, wani harus berani mencari kebenaran," imbuh dia

Contohnya, batok kelapa kalau di jawa tengah malah laku, sebenarnya kalau kita kelola dengan baik bisa menjadi Pot Bunga, lampu hias, kaligrafi dsb.

" Handcraf kalau kita jual diluar negeri mahal sekali, ini luar biasa, karena apa mungkin perbedaan nilai rupiah dengan dolar tinggi.

Saya masih ingat, Mas Arifin Bupati Trenggalek, itu dulu pengrajin panci terus kenal sama mas Bambang DH pada saat dia Walikota Surabaya, terus pemerintah kota kerjasama dengan pemerintah Kenya akhirnya dia produksi dan kirim, keluar dari sana dengan cost sangat  tinggi akhirnya Beliau ( Mas Arifin) mendirikan pabrik di Trengalek, perlu diingat mutunya tidak kalah dengan pabrik maspion.

" Harusnya ini, paling tidak memberikan sprit yang luar biasa kepada anak supaya tidak gaptek, kalau kita khawatirkan adalah ketika mereka mempunyai uang banyak kadang kadang  mereka ngawur," ungkapnya.

Maka dari itu anak muda yang ada di kampus ikut mendampingi, makanya saya mencoba dari Nol gimana bisa menembus pasar luar negeri dan ini harus kita gagas sebenarnya.

"Maksud saya, anak nelayan harus berpikir untuk memajukan wilayahnya dengan baik, akan tetapi Alhamdulilah pemkot memberikan intensif paling tidak bisa melegakan terkait dengan teman teman nelayan, dan itu sudah dijanjikan pada saat kampanye. Dan hari ini sudah direalisasikan walaupun mungkin tidak sesuai, karena ada dampak hukum yang melekat," ungkapnya

Sementara itu, Seno Bagaskoro ketua DPC Taruna Merah Putih (TMP) PDIP Surabaya mengatakan, di Suarabaya tradisi birokrat di pemerintahan cukup kuat, oleh karena itu masyarakat sipil harus mengawal ketat apa yang terjadi di situ.

"Dari proses mengambil kebijakan level regulasi di DPRD sampai level eksekusi, harusnya anak muda yang mengawal, kita bersyukur wakil anak muda  yang energik, banyak sisi di DPRD ada Mas Ghoni, dan di pemerintaha juga banyak yang masih muda," jelasnya.

Akan tetapi harus di kawal dengan pemikiran yang muda jadi jangan terjebak dalam pemikiran yang tua, jadi sebuah slogan yang hidup di kota Surabaya. Pada malam ini adalah titik temu anak mudah dengan masyarakat pesisir kita bisa bicara santai disini.

"karena apa, saya melihatnya.Kota Surabaya itu, mempunyai potensi yang bisa di maksimalkan tentang keberadaan ekonomi khusus kalau di nasional mungkin kita ingat Mandalika" ungkapnya.

Kalau sekarang di Blowup di Jalan Tunjungan. Saya tidak terima, Di bulak ada Kek, ini yang kemudian kita potret bahwa kawasan Ekonomi Khusus juga ada Orang Orang di situ yang hidup dan berkembang dengan karakter khasnya.Tidak boleh di tinggal dalam proses pembangunan.

"Termasuk Pemkot berusaha membangkitkan dan menambah atensi terhadap bulak dengan membangun Sentral Ikan Bulak dan jembatan Surabaya,dan kita lihat apakah SIB sudah maksimal apa belum Akhir tahun ini kita maksimalkan," kata Seno Bagaskor

Dilanjutkan, saya itu pas ada kunjungan kesana banyuwangi, kawasan pesisir disana tertata dengan baik dan limpahan ekonomi yang bisa dirasakan masyarakat disana, pasarnya bagus dan pengunjungnya juga ramai.

"Apa kuncinya, di banyuwangi di tata sedemikian rupa, di jepang dan korea juga tertata dengan baik karena destinasi wisata di sana di tata dengan baik," cetusnya

Disurabaya era Bambang DH sebetulnya sudah di upayakan kolaborasi dengan pihak terkait tidak hanya pemerintah sendirian, seperti melibatkan sampoerna dan sebagiannya.

"Surabaya sayang sekali, kalau turis datang kesini banyak yang binggung kalau destinasi wisata kemana, akhirnya mereka malah ke Mall padahal destinasi kita sangat luar biasa sekali.

Oleh karena itu, gagasan kami pada malam hari ini adalah diawal atau diakhir tahun depan saya ingin kita lebih serius mengawal.

"Saya kira kalau anak muda muda kompak yang ada di dewan membuka diri dan kehadiran mereka, saya kira ini bisa dilaksanakan, orientasinya tetap pada gerakan kerakyatan," tutup Seno Baskoro

Editor : Deni