Pengurus P3SRS Mangkir, Imam Syafi'i: Kami Akan Adakan Hearing Lagi

avatar kabarhit.com

KABARHIT, SURABAYA- Setelah Hearing di komisi A di DPRD Surabaya 29 November 2021 yang lalu, saat ini para penghuni Apartemen Puri Mas menggelar Rapat Umum Luar Biasa (RULB), Sabtu 04 Desember 2021.

Turut hadir dalam rapat tersebut tiga Anggota Komisi A DPRD Surabaya, diantaranya, Arif Fathoni, Imam Syafii, dan Josiah Michael, akan tetapi tidak hadiri oleh Pengurus Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS).

Anggota Komisi A DPRD Kota Arif Fathoni, Kalau Pengurus belum siap mempertangungjawabkan kinerja selama mengemban kepengurusan itu, kan bisa melakukan langkah langkah seperti dialog.

"Kalau mereka tidak hadir, kami menilai pengurus telah abaikan mengunakan haknya untuk menjawab setiap tudingan dan warga mengangap ada yang tidak beres dalam pengelolahan rusun puri mas," terang Politisi Golkar Surabaya

Mestinya, dengan rapat forum luar biasa ( RUBL) ini. Pengurus bisa menjelaskan bahwa bukan seperti itu, kalau memang kenyataan begitu.

"Dengan ketidak kehadiran mereka saat ini menurut saya, tentunya yang malah rugi adalah pengurus dan akhirnya segala tudingan tidak terjawab," ungkap Arif Fathoni.

Karena bagaimanapun juga konflik yang terjadi antar penghuni, pengurus dan pemilik berpotensi menciptakan ketidaktentraman dan ketertiban umum di Kota Surabaya.

"Paling tidak paksa mereka untuk berunding, kalau tidak, teliti lagi dokumen sudah lengkap apa belum, apakah apartemen puri mas ini sudah memiliki sertifikat layak fungsi, apa belum, " jelasnya.

[caption id="attachment_8252" align="aligncenter" width="2560"] Apartemen Puri Mas[/caption]

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Imam Syafi'i mengatakan, memang secara normatif tadi dijelaskan dalam anggaran dasar itu ada pintu pintu.

" kalau pertama tidak mencapai forum bisa mengadakan dalam waktu 7 hari mereka bisa bikin lagi nantinya ada eksisnya lalu di tunggu kemudian tetap tidak ada forum mereka bisa mengambil keputusan.

Yang jelas bahwa kami betul betul kecewa, karena rekomendasi dari Komisi A agar pengurus hadir dan ternyata tidak diindahkan.

"Padahal ini penting untuk menjelaskan semua tuduhan miring terhadap pengurus terutama terkait dengan transparansi keuangan," jelas Imam Syafi'i.

Karena seperti diketahui, seharusnya per 6 bulan mereka melaporkan keuangan akan tetapi sampai saat ini sudah 2 tahun mereka tidak melaporkan tentang keuanganya dan alasannya ketidakhadiranya itu, seharusnya ditempelkan dan di share ke grup penghuni dan pemilik

"kami juga menerima alasanya mereka sedang melakukan audit untuk keuangannya, sambung Imam Syafi'i, ini tidak masuk akal, karena audit dan laporan keuangan yang rutin itu beda sama sekali," ucapnya

kalau memang mereka bertanggungjawab serta tidak ada persoalan masalah keuangan, kenapa tidak dilaporkan saja," imbuh dia

"Tapi detail detailnya, ketika nanti ada yang tidak percaya misalnya di forum ini dan mempersoalkanya, baru bilang aja tunggu hasil audit, menurut kami lebih elegan seperti itu," tutup Imam Syafi'i

and

Editor : Deni