SURABAYA, KABARHIT.COM — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya kembali menyoroti arah pembangunan yang dirancang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Surabaya 2025–2029. DPRD meminta Pemerintah Kota (Pemkot) tidak terjebak pada pembangunan fisik semata, tetapi juga memprioritaskan aspek sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mochamad Machmud, S.Sos., M.Si., menilai, saat ini RPJMD masih didominasi oleh alokasi anggaran untuk proyek infrastruktur seperti perbaikan jalan dan drainase.
Baca juga: Fraksi PKS DPRD Surabaya Soroti Penurunan PAD hingga Rendahnya Serapan Anggaran 2025
“Pembangunan bukan sekadar beton dan aspal. Kita butuh keseimbangan dengan pembangunan sosial—seperti ruang publik, sarana ibadah, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Machmud, Kamis (10/7/2025).
Ia menekankan, keberhasilan pembangunan seharusnya diukur dari dampak positif yang benar-benar dirasakan warga, bukan sekadar pembangunan fisik yang kasat mata. “Jalan lebar dan gedung tinggi belum tentu membawa kesejahteraan. Ukuran keberhasilan adalah perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat,” tambahnya.
Baca juga: SiLPA Surabaya Tembus 516 Miliar, DPRD Mulai Bahas LPJ APBD 2025
Menurut Machmud, Surabaya sebagai kota besar memiliki anggaran yang cukup besar, namun hal itu harus berbanding lurus dengan kualitas hidup warga. Ia mengingatkan agar Pemkot tidak terbuai dengan perbandingan antardaerah, melainkan fokus pada kebutuhan riil masyarakat.
DPRD, tegas Machmud, akan terus mengawal pelaksanaan RPJMD agar pembangunan benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar infrastruktur megah. Evaluasi tahunan pun akan diperketat demi memastikan anggaran yang ada tepat sasaran.
Baca juga: Faridz Afif Terima SK Ketua DPC PKB Surabaya, Siap Dievaluasi Jika Gagal Tambah Kursi
Jika Anda mau, saya bisa buatkan versi yang lebih ringan atau lebih formal.
Editor : Deni