THAILAND, KABARHIT.COM - Dosen Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar pelatihan investasi di Bangkok, Thailand.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (18/9/2025) lalu ini diikuti oleh mahasiswa di kampus Institute of Science Innovation and Culture (ISIC), Rajamangala University of Technology Krungthep (RMUTK).
Empat dosen yang terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah yang diketuai oleh Insyirah Putikadea , S.E., M.A dengan beranggotakan adalah Dr. Ika Permatasari, S.E.,Ak., M.Ak.,CA, Intan Kurnia Permatasari, S.E., Ak., M.A, dan Bayu Rama Laksono, S.E., M.Ak.
Ketua PKM FEB Unesa, Insyirah Putikadea, mengatakan investasi merupakan cara efektif untuk mengembangkan kekayaan dan menjaga nilai uang. Menurutnya, ada tiga alasan utama pentingnya berinvestasi yaitu melawan inflasi, membangun kekayaan, dan mencapai kebebasan finansial
"Melawan inflasi sangat penting, karena nilai uang terus menurun. Dengan berinvestasi, uang kita tidak hanya diam, tetapi juga bertumbuh sehingga daya belinya tetap terjaga," ujar Insyirah melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (24/9/2025).
Ia menjelaskan bahwa investasi dapat menambah aset dari waktu ke waktu, seperti saham, reksa dana, properti, atau obligasi.
"Hal ini juga membantu mewujudkan tujuan keuangan jangka menengah dan panjang, seperti membeli rumah, menyiapkan biaya pendidikan anak, atau dana pensiun," kata dia.
"Ada beberapa jenis investasi yang bisa memberikan pemasukan rutin tanpa harus bekerja aktif, seperti dividen saham, bunga obligasi, dan sewa properti," tambahnya.
Menurut Insyirah, investasi juga membuat seseorang lebih siap menghadapi kebutuhan mendadak.
"Oleh karena itu, pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang menabung dan berinvestasi serta manfaatnya dalam jangka panjang," jelasnya.
Dosen Akuntansi Unesa berharap, pelatihan tersebut dapat membuka pola pikir para peserta, terutama dalam mengelola keuangan secara terencana dan tidak hanya konsumtif.
Baca juga: Kompetensi Pedagogik Guru MGMP Ekonomi Ditingkatkan Melalui Program Pelatihan Deep Learning
"Sebagian peserta mulai terbuka pemikirannya untuk mencoba investasi sederhana, seperti emas atau reksa dana," ungkapnya.
Insyirah menekankan bahwa pentingnya bersikap kritis dalam memilih produk investasi dan waspada terhadap investasi bodong. Ia juga berharap, masyarakat bisa lebih memahami perencanaan keuangan dan investasi sebagai langkah menuju kesejahteraan jangka panjang.
"Investasi yang sehat adalah bagian dari gaya hidup keuangan masyarakat, tidak hanya berfokus pada konsumsi atau menabung semata," pungkasnya.
Editor : Ipl