SAMARINDA, KABARHIT.COM — Upaya pelestarian busana adat Kutai terus didorong ke level nasional bahkan internasional. Maharaja Kutai Mulawarman, Duli Yang Maha Mulia Sripaduka Baginda Berdaulat Agung Prof. Dr. M.S.P.A. Iansyah Rechza, FW menegaskan komitmen tersebut saat menghadiri seminar dan pagelaran busana adat.
“Kami terus menjaga warisan budaya melalui pelestarian pakaian pengantin adat Kutai, sebagai bagian penting dari identitas Nusantara, khususnya Kalimantan Timur,” ujar Iansyah di Ballroom Swiss-Belhotel Samarinda, Jumat (21/11/2025).
Baca juga: Diakui Dunia, Maharaja Kutai Mulawarman Sabet BrandLaureate Nation Building Icon 2026
Salah satu sorotan utama adalah penguatan identitas Tenu Kutai Setengah, busana pengantin adat yang digunakan dalam prosesi puncak upacara naik mentuha.
"Busana ini merupakan perpaduan antara tenu kutai antakesuma dan tenu kutai kustim yang telah digunakan sejak masa Kesultanan Kutai Kartanegara," kata dia melalui keterangan tertulis diterima redaksi pada hari yang sama.
Baca juga: Hangat dan Penuh Makna, Natal Kerukunan Tondon Sangatta Dihadiri Maharaja Kutai Mulawarman
Busana tersebut pertama kali dirumuskan Iansyah dalam makalah bertanggal 4 Juni 2013 di Samarinda. Pagelaran ini turut didukung Ketua Umum Concorsium Republik Indonesia Nani Kusuma Reningdasih dan Ketua Umum DPP HARPI Melati RI Ny. Hj. Wiwiek Wahyono.
“Tenu Kutai Setengah kini bukan sekadar busana adat lokal, tetapi rujukan busana pengantin Nusantara dengan legitimasi adat, historis, dan akademik,” tegas Iansyah.
Acara yang digelar DPD HARPI Melati Kaltim itu dihadiri seluruh DPC se-Kaltim, dengan kehadiran DPC Kutai Kartanegara yang dipimpin Ny. Rahmawati Encek Yusran sebagai sorotan utama.
Dalam kesempatan itu, Maharaja Kutai juga menganugerahkan gelar bangsawan kepada sejumlah tokoh yang dinilai berjasa dalam pelestarian budaya, serta memberikan penghargaan khusus kepada Lilik Eka Hartati, S.Pd selaku Ketua DPD HARPI Melati Kaltim.
Editor : Ipl