Perkuat Silaturahmi Lintas Negara, Maharaja Kutai Mulawarman & Menteri Agama Malaysia Berbincang di Kuala Lumpur

lebaran kabarhit

MALAYSIA, KABARHIT.COM - Maharaja Kutai Mulawarman Prof. Dr. M.S.P.A. Iansyah Rechza F.W., Ph.D bertemu dan berbincang hangat dengan Menteri Agama Dr. Haji Mohd Na'im di kegiatan 14th World Zakat and Waqf Forum (WZWF) 2025. 

Maharaja Kutai Mulawarman mengatakan bahwa pertemuan hangat ini menjadi kesempatan baik untuk mempererat tali silaturahmi dan membahas terkait pentingnya zakat dan wakaf dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

"Keduanya, sepakat untuk terus mempromosikan nilai-nilai zakat dan wakaf sebagai sarana untuk memajukan ekonomi dan kesejahteraan sosial," ujarnya,melalui keterangan tertulis diterima redaksi, Kamis (16/10/2025) siang.

Sementara, Menteri Agama Malaysia Dr. Haji Mohd Na'im bin Haji Mokhtar menyampaikan bahwa kegiatan 14th WZWF 2025 telah berakhir. Ia pun menegaskan, komitmen Malaysia untuk memperkuat zakat dan wakaf sebagai tinggal utama tamadun Islam buka hanya sebagai instrumen keuangan.

"Tetapi juga sebagai sarana keadilan sosial, kesejahteraan manusia, dan pembangunan berkelanjutan umat global," kata Menteri Agama Mohd Naim. 

Mohd Naim mengungkapkan bahwa Malaysia dengan penuh komitmen menerima tanggung jawab sebagai sekretariat tetap WZWF, memperkuat peranannya sebagai pemimpin global dalam memberdayakan ekonomi isiala berbasis nilai keadilan, ihsan, dan kemanusiaan. 

"Semoga dari bumi Serawak ini, terbit sinar bahari menuju peradaban Islam yang adil, Rahmat, dan membawa cahaya kepada dunia,," ungkap dia. 

Lebih lanjut, Menteri Agama Malaysia menuturkan bahwa deklarasi yang dihasilkan forum ini menyerukan integrasi zakat dan wakaf sebagai fondasi peradaban baru yang berpedoman pada maqasid al-shariah. 

"Reformasi untuk meningkatkan tata kelola, integritas, dan profesionalisme. Serta, adopsi transformasi digital untuk meningkatkan transparansi dan kolaborasi," tutur dia. 

Ia juga menjelaskan, deklarasi ini adalah revitalisasi aset wakaf untuk pembangunan bidang kesehatan, pendidikan, dan keamanan pangan. 

"Integrasi zakat dan wakaf ke dalam sistem keuangan etis serta aksi kemanusiaan yang terkoordinasi untuk komunitas yang berada dalam krisis," jelasnya. 

Lebih lanjut, kata Menteri Agama, resolusi lainnya termasuk memberdayakan pemuda dan perempuan sebagai pemimpin masa depan menetapkan kerangka transformasi global untuk mengukur kemajuan yang adil dan iman. 

"Resolusi terakhir adalah amanah untuk kemanusiaan, membangun kembali Palestina. Mari kita kembali solidaritas dengan rakyat Palestina dan menyerukan inisiatif zakat dan wakaf yang terkoordinasi untuk rekonstruksi, pendidikan, dan kesehatan," tutupnya.

Editor : Ipul