SURABAYA, KABARHIT.COM Dinas Pendidikan menekankan pentingnya keseimbangan penggunaan perangkat mobile pada anak dengan kehadiran orang tua melalui interaksi langsung serta kualitas waktu bersama keluarga.
Selain itu, Dinas Pendidikan juga mendorong terbangunnya komunikasi dua arah antara pihak sekolah dan orang tua sebagai langkah deteksi dini terhadap perubahan perilaku anak.
Baca juga: Tanamkan Disiplin Pada Siswa, Babinsa Berikan Materi PBB Pada Siswa Baru Program MPLS
Jika muncul tanda-tanda seperti meningkatnya rasa kesepian, sering berdebat, atau kebiasaan yang tidak biasa, sekolah dan keluarga diimbau segera berkoordinasi agar penanganan dapat dilakukan sejak awal.
“Komunikasi antara orang tua dan sekolah adalah kunci. Jika terjadi perubahan perilaku, informasi dari rumah dan sekolah bisa dicocokkan untuk mengidentifikasi penyebab lebih dini. Jika diperlukan, sekolah juga akan melibatkan psikolog atau konselor profesional,” jelasnya.
Baca juga: 400 Ribu Siswa SMA/SMK Di Jawa Timur Ikuti MPLS Secara Daring
Dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), tidak hanya pengenalan lingkungan sekolah yang menjadi fokus, tetapi juga penguatan karakter siswa. Hal ini dilakukan melalui pendidikan keagamaan serta berbagai sesi pembahasan tantangan di era digital.
“Kami bekerja sama dengan kepolisian, termasuk unit siber, serta instansi terkait lainnya untuk memberikan edukasi mengenai ancaman kejahatan digital. Materi disampaikan dalam bentuk sesi edukatif,” ujarnya.
Selain itu, program MPLS tahun ini juga akan menghadirkan inisiatif Cek Kesehatan Gratis (CKG) melalui kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Surabaya.
“Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya memastikan siswa baru memulai tahun ajaran dalam kondisi sehat, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak,” pungkasnya.
Editor : Deni