SURABAYA, KABARHIT.COM- PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mencatat kinerja positif sepanjang Agustus 2026. Volume arus peti kemas yang ditangani mencapai 128 ribu Twenty-foot Equivalent Units (TEUs), melampaui target perusahaan yang ditetapkan sebesar 124 ribu TEUs per bulan.
Pencapaian tersebut menjadi indikator positif bagi kinerja operasional TPS sekaligus menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga kelancaran arus logistik di tengah dinamika perdagangan dan pasar global.
Baca juga: TPS Kembali Raih Penghargaan Wajib Pajak Teladan 2026
Berdasarkan data perusahaan, arus peti kemas pada Agustus 2026 didominasi aktivitas ekspor. Volume ekspor tercatat mencapai 65 ribu TEUs atau sekitar 51 persen, sedangkan arus impor berada di angka 63 ribu TEUs atau 49 persen.
Komposisi tersebut menunjukkan aktivitas ekspor nasional masih berjalan cukup kuat. Kondisi ini juga menjadi gambaran bahwa produk Indonesia tetap memiliki daya saing dan permintaan di pasar internasional.
Dari sisi produktivitas bongkar muat, TPS juga mencatat kinerja yang berada di atas standar minimum yang ditetapkan pemerintah.
TPS mencatat rata-rata produktivitas sebesar 52 box per kapal per jam. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan standar minimum 48 box per kapal per jam yang ditetapkan Kementerian Perhubungan melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak.
Selain produktivitas bongkar muat yang terus dijaga, TPS juga masih mempertahankan posisi dominan dalam layanan peti kemas internasional di Pelabuhan Tanjung Perak. Perusahaan menguasai sekitar 83 persen pangsa pasar peti kemas internasional di pelabuhan tersebut.
Capaian itu menjadi salah satu modal penting TPS untuk terus memperkuat kualitas pelayanan sekaligus meningkatkan daya saing terminal dalam mendukung aktivitas perdagangan internasional.
Untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan, TPS juga melakukan modernisasi peralatan operasional. Modernisasi tersebut dilakukan dengan menambah 4 unit Electric Quay Container Crane (E-QCC) dan 14 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG).
Baca juga: TPS Serahkan 3.000 Bibit Mangrove untuk Rehabilitasi Pesisir Tambak Sarioso
Penggunaan peralatan berbasis listrik tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan operasional, tetapi juga mendukung upaya menghadirkan kegiatan terminal yang lebih ramah lingkungan.
Dengan optimalisasi peralatan baru tersebut, TPS menargetkan peningkatan produktivitas secara berkelanjutan. Modernisasi juga diharapkan mampu mempercepat pelayanan kapal dan peti kemas serta memberikan layanan yang semakin kompetitif bagi para pengguna jasa.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi, mengatakan pencapaian volume peti kemas pada Agustus 2026 menunjukkan adanya kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan yang diberikan perusahaan.
“Pencapaian throughput sebesar 128 ribu TEUs pada bulan Agustus 2026 yang melebihi target perusahaan merupakan indikator positif bagi kinerja operasional TPS,” ujar Erika.
Baca juga: TPS Perkuat Kompetensi SDM melalui Pelatihan Technical Planning & Control
Menurutnya, surplus arus peti kemas ekspor dibandingkan impor juga menjadi sinyal positif bagi aktivitas perdagangan internasional, khususnya sektor ekspor.
“Terjadinya surplus arus peti kemas ekspor dibandingkan impor menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan internasional, khususnya ekspor, tetap tumbuh dan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional,” katanya.
Erika menegaskan TPS akan terus menjaga keandalan layanan dan meningkatkan produktivitas operasional guna mendukung kelancaran rantai logistik nasional.
“TPS akan terus menjaga keandalan layanan, meningkatkan produktivitas operasional, serta mendukung kelancaran rantai logistik nasional secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Editor : Tri Karyono