Konsep Manuver Bawaslu Surabaya Kecium Maki Jatim

avatar kabarhit.com

SURABAYA, KABARHIT.COM - Pesta Demokrasi saat ini memang menyisakan beberapa permasalahan pelik terutama pada session perhitungan dan rapat pleno perhitungan seperti pada kontestasi Pemilu Pemilu sebelumnya.

Disparitas data sirekap,data isian C1 plano dan D1 hasilprotes Calon Legislatif yang tidak terpilih,serta potensi pelaporan ke DKPP menjadi sebuah romantika indah yang menyertai perjalanan pesta demokrasi 2024 saat ini.

Baca Juga: Jelang Pesta Demokrasi, Purnawirawan Perwira Tinggi TNI-POLRI Dukung Pencapresan Anies Baswedan dan Usulkan Cawapres Berlatar Belakang Militer

” inilah menjadi pintu masuk bagi oknum oknum partikelir pemilu untuk Mencoba bermain main dan memperkeruh suasana,serta mengobok ngobok semua tatanan tegulasi yang ada,” ungkap Heru MAKI,Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Koordinator Wilayah Propinsi Jawa Timur.

 MAKI Jatim secara kelembagaan merasa terpanggil dalam kondisi “FRAUD” kontestasi Pemilu ini dikarenakan ditengarai banyak pihak yang mencoba menperkeruh kondisi dengan melegalkan konsep saling sandera antara satu dengan lainnya.

Bawaslu Surabaya contohnya,MAKI Jatim sudanh menengarai dan memperhatikan sosok Agil yang juga menjadi Komisioner Bawaslu Kota Surabaya sejak tahun 2019.

MAKI Jatim juga memberikan pengawasan melekat terkait bagaimana konsep manuver manuver siluman dari seorang agil ini untuk mencoba bermain ala saling sandera.

Identifikasi kami terkait sosok A ini sudah terbaca dari tahun 2019.Sosok A ini sudah diduga menerima setoran setiap bulan sebesar Rp. 500.000 dari Ketua Ketua Panwascam yang direkomendasi olehnya.

MAKI Jatim juga menengarai dugaan adanya uang suap Caleg Agung Prasodjo ketika ada sengketa Bawaslu Surabaya tahun 2019.

Manuver Siluman ini ditengarai mulai juga dilakukan dalam kontestasi politik 2024 tahun ini.

” MAKI Jatim sudah turun untuk pulbaket terutama bagi penyelenggara Pemilu di Bawaslu Kota Surabaya,dan kami telah melihat dengan sangat jelas bagaimana potensi manuver yang telah dilakukan,” ujar Heru MAKI.

” coba bayangkan,bagaimana kalau di tubuh internal Bawaslu Kota Surabaya ditengarai ada praktek saling sandera atas sebuah kesalahan yang ghaib dan tidak jelas,dan itu dimunculkan diatas permukaan seakan akan menjadi narasi pembenaran yang utama,” lanjut Heru MAKI.

Narasi potensi Fraud dari seorang Agil dan menjadi sebuah kemasan narasi utama dalam konstetasi Pemilu ini menjadi perhatian utama dari MAKI Jatim secara Kelembagaan.(red

Editor : deni