SURABAYA, KABARHIT.COM - Swiss-Belhotel International Jawa Timur (Jatim) mengadakan kegiatan Corporate Social Resposibility (CSR) di Victory Ballroom Hotel Ciputra World, Surabaya, pada hari Minggu (15/12/2024) sore. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada rekan-rekan penyandang disabilitas untuk berkreasi dan memamerkan hasil karyanya kepada masyarakat umum.
Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan berbagai hotel diantaranya adalah Swiss-Belinn Malang, Swiss-Belinn Airport Surabaya, Swiss-Belinn Tunjungan Surabaya, Swiss-Belinn Manyar Surabaya, dan Zest Hotel Jemursari.
Dan, kegiatan ini bertajuk tentang Amplifying The Leadership of Persons with Disabilities for an Inclusive and Sustainable Future. Juga diawali dengan penampilan tari dari siswa SMP Muhammadiyah 1 Surabaya.
Regional General Manager Swiss Belinn International Jatim Agung Anggoro mengatakan, bahwa kami sangat mengapresiasi yang tinggi atas konsistensi tim dalam menjalankan kegiatan CSR diseluruh hotel yang berada dibawah naungan Swiss-Belinn di Jatim.
"Swiss-Belinn Jatim telah berhasil mencapai target minimal dua kegiatan CSR per hotel. Ini merupakan indikator kinerja utama perusahaan," ujarnya saat diwawancarai oleh wartawan kabarhit.com, seusai acara tersebut.
Agung menyampaikan, program CSR ini paling menonjol adalah pemanfaatan kembali kain bekas menjadi produk yang bernilai tinggi.
"Program ini dinilai sangat baik dan akan dijadikan contoh untuk diterapkan seluruh hotel Swiss-Belinn di seluruh Indonesia," jelasnya.
Ia menuturkan bahwa Swiss-Belinn akan terus kerjasama dengan pemerintah melalui kementerian sosial untuk mendukung program-program CSR yang berkelanjutan.
"Sebagai jaringan hotel internasional, Swiss-Belin berkomitmen untuk terus kontribusi secara aktif dalam masyarakat melalui berbagai kegiatan CSR pada setiap hotel yang dikelolanya," tutur Agung.
Agung menekankan bahwa peran CSR ini sangat penting dalam bisnis hotel, karena telah terbukti Swiss-Belinn melalui program ini tidak hanya memberikan manfaat disekitarnya dan bisa memperkuat brand perusahaan.
"Melalui program tersebut, Swiss-Belinn tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Tetapi, juga memperkuat citra positif perusahaan sebagai pelaku bisnis yang bertanggungjawab," pesannya.
Agung berharap Swiss-Belinn Jatim terus menjadi contoh yang baik dalam menjalankan program CSR yang inovatif dan berkelanjutan.
"Kami berkomitmen terhadap tanggungjawab sosial ini diharapkan dapat menginspirasi perusahaan-perusahaan lainnya, untuk turut berkontribusi dalam pembangunan yang berkelanjutan," harap Regional General Manager Swiss-Belinn International Jatim.
Sementara itu, Istri Menteri Sosial (Mensos) RI Fatma Syaifullah Yusuf menanggapi bahwa kami sangat mengapresiasi tinggi terhadap kegiatan yang diselenggarakan oleh Swiss-Belinn International Jatim.
"Kegiatan ini sangat mulia, yang mana memberikan ruang kepada anak-anak penyandang disabilitas untuk mengembangkan diri dan meningkatkan kepercayaannya," imbuhnya.
Fatma mengungkapkan bahwa peserta kegiatan ini sangat dilatih oleh Rumah Anak Prestasi Surabaya, menunjukkan penuh semangat luar biasa dalam belajar berbagai keterampilan.
"Selain, membuat main sibori dan juga dilatih menjahit, melukis, dan menyanyi. Artinya, ini bukan hal yang mudah tapi anak-anak menunjukkan semangat tinggi untuk mempelajari semua yang dianaln oleh para instruktur atau pendamping," jelas Istri Gus Ipul.
Ia pun mengungkapkan, bahwa kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan rasa percaya diri bagi penyandang disabilitas.
"Mereka bisa memimpin diri sendiri dan merasa bangga atas apa yang telah mereka buat. Saya berharap ada acara serupa tidak berhenti disini dan dapat terus berkembang," ucap Fatma.
Fatma menjelaskan bahwa kami sangat ingin untuk meningkatkan potensi UMKM penyandang disabilitas dan mendorong program ini, agar dapat diterima ditingkat nasional maupun internasional.
"Saya ingin UMKM disabilitas ini mempunyai potensi luar biasa dan dapat berkembang lebih luas," ungkap Istri Menteri Sosial RI.
Lebih lanjut, Kata Fatma, meskipun perhatian terhadap penyandang disabilitas sudah cukup besar, namun sosialisasi yang lebih intensif masih dibutuhkan.
"Kementerian Sosial sudah banyak melakukan hal untuk membantu penyandang disabilitas, seperti pelatihan di sentra-sentra UMKM. Namun, sosialisasi perlu lebih ditingkatkan," tegas Fatma.
Fatma berharap bagi penyandang disabilitas dapat memperoleh akses yang lebih baik untuk bekerja sesuai dengan kemampuan dan potensi mereka.
"Kita akan membuat program untuk menyediakan lowongan kerja besar - besaran bagi mereka penyandang disabilitas tersebut," pungkasnya.
Editor : Ipl