Karang Taruna-Pramuka Diaktifkan Lagi, Ketua Komisi E DPRD Jatim: Bentuk Karakter Kebangsaan

Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari. (Foto: Istimewa)
Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, KABARHIT.COM  - Presiden RI Prabowo Subianto memutuskan mengaktifkan kembali sejumlah organisasi sosial dan kepemudaan, seperti Karang Taruna dan Pramuka. 

Hal tersebut dapat respon positif dari Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari mengatakan karang taruna dan Pramuka memiliki peran penting dalam menumbuhkan rasa kepedulian sosial dan membentuk karakter kebangsaan bagi anak muda. 

"Pramuka mengajarkan bagaimana mencintai tanah air melalui karakter kebangsaan. Yang diwariskan itu nilai-nilai juang dan cinta Indonesia," ujar Sri Untari saat ditemui wartawan Kabarhit di lantai 1 DPRD Jawa Timur, Selasa (11/11/2025) sore. 

Sri Untari mengaku pernah aktif di Pramuka saat kecil dan merasakan manfaatnya. Mulai dari keterampilan dasar seperti tali-temali hingga pembelajaran soal disiplin, kepedulian sosial, solidaritas, dan nasionalisme.

"Rasa cinta tanah air itu melekat karena ada hymne, Satya Darma Pramuka, dan Dasar Dharma Pramuka. Itu yang membangun karakter," ujar politikus PDI Perjuangan itu.

Menurutnya, Karang Taruna saat ini harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Dengan dominasi generasi Z dan milenial mencapai 65 persen penduduk Indonesia, konsep pembinaan pemuda tak bisa lagi sebatas kegiatan sosial semata.

"Karang Taruna harus pemikiran yang jauh dengan berinovasi. Jangan seperti dulu hanya kegiatan sosial. Harus ada pemikiran baru untuk membangun Indonesia lewat generasi Z," jelasnya.

Sri Untari mengatakan, prinsip dasar yang dulu diajarkan dalam Karang Taruna sangat relevan hingga kini.

"Dulu ada sembilan T, seperti tangguh, tanggon, tanggap, terengginas. Itu yang membentuk saya jadi pemimpin," katanya.

Ia pun berpesan pada anak muda agar memiliki nasionalisme kuat. 

"Pertama, belajarlah sejarah. Kedua, ambil nilai baik dari sejarah untuk diterapkan di era baru. Ketiga, jangan mengulang kesalahan sejarah. Karena itu merugikan kita dan bangsa ini," pungkasnya.

Editor : Ipl