SURABAYA, KABARHIT.COM - Anggota DPRD Jawa Timur (Jatim) dari Dapil Surabaya, Fuad Benardi menerima aspirasi masyarakat usai melaksanakan reses bersama warga Dukuh Kupang di Gedung Penginapan Remaja, Kota Surabaya.
Hal utama yang disorot langsung oleh Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi adalah sejumlah isu mengemuka, mulai dari pembangunan sekolah negeri terutama SMA/SMK, pemanfaatan aset, hingga persoalan infrastruktur seperti balai RW.
Fuad menyoroti ketiadaan sekolah negeri tingkat SMA/SMK di wilayah Dukuh Kupang. Menurutnya, kondisi ini berdampak pada seleksi peserta murid baru (SPMB), terutama bagi siswa dari sekolah swasta yang kerap kalah bersaing saat sistem zonasi diberlakukan.
"Dukuh Kupang ini tidak punya sekolah negeri. Saat SPMB berbasis zonasi dan nilai rapor, siswa swara sering tersisih. Tahun depan, sudah ada solusi berupa Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang digabung dengan nilai rapor. Ini agar semua siswa memiliki kesempatan sama," ujarnya, Selasa (18/11/2025) malam.
Selain pendidikan, para warga mengeluhkan Infrastruktur yaitu balai RW. Ia menjelaskan pengajuan fasilitas harus melalui LPMK, agar bisa masuk dalam pokok pikiran (pokir) anggota DPRD dan dikawal hingga tingkat provinsi.
Anggota Komisi C menambahkan pemprov Jatim kini membuka peluang bagi daerah yang ingin mendirikan sekolah negeri baik SMA maupun SMK. Namun, pemerintah daerah harus mengajukan izin terlebih dahulu.
"Kondisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jatim saat ini turun drastis, dari Rp30 triliun menjadi Rp26 triliun. Ini berdampak ke kemampuan pembangunan. Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah kota/kabupaten termasuk kota Surabaya ini sangatlah penting," imbuhnya.
Fuad pun menyarankan Pemkot Surabaya bisa mempertimbangkan pembangunan SMA/SMK negeri baru di wilayah yang membutuhkan, agar akses pendidikan lebih merata.
Editor : Ipl