KAI Daop 8 Serukan Perjalanan Berkelanjutan: Bawa Tumbler dan Jaga Barang Bawaan

SURABAYA, KABARHIT.COM – Di tengah meningkatnya kesadaran publik terhadap isu lingkungan dan gaya hidup berkelanjutan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya terus memperkuat komitmennya menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan. Melalui kampanye “Jangan Lupa Bawa Tumbler” dan imbauan kewaspadaan terhadap barang bawaan, KAI Daop 8 mengajak pelanggan untuk berperilaku lebih bertanggung jawab selama melakukan perjalanan menggunakan kereta api.

Kampanye ini menjadi bagian dari upaya konkret KAI dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, sekaligus menumbuhkan budaya perjalanan yang lebih disiplin dan berkesadaran tinggi. Sebagai bentuk dukungan nyata, sejumlah stasiun keberangkatan Kereta Api Jarak Jauh di wilayah Daop 8 kini telah dilengkapi fasilitas Water Station.

Fasilitas tersebut tersedia di Stasiun Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, Malang, Lamongan, dan Sidoarjo, dan akan terus diperluas ke seluruh stasiun keberangkatan secara bertahap.

Melalui Water Station, pelanggan dapat mengisi ulang air minum menggunakan tumbler pribadi sebelum naik kereta. Selain lebih praktis dan ekonomis, kebiasaan ini membantu mengurangi volume sampah botol plastik yang masih menjadi persoalan lingkungan di berbagai kawasan publik.

Tak hanya mengampanyekan perilaku ramah lingkungan, KAI juga mengingatkan pentingnya menjaga barang bawaan pribadi selama perjalanan. Sesuai ketentuan, kehilangan atau kerusakan barang merupakan tanggung jawab pelanggan sehingga tidak terdapat dasar pengajuan ganti rugi kepada KAI.

Sebagai bentuk pelayanan optimal, KAI Daop 8 menyediakan layanan Lost and Found di setiap stasiun. Barang yang ditemukan petugas akan dicatat, diamankan, dan disimpan hingga pemilik datang untuk mengambilnya. Pengambilan barang dapat dilakukan melalui Pos Pengamanan Stasiun Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, dan Malang.

Menariknya, tumbler menjadi barang yang paling sering tertinggal. Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, tercatat 197 tumbler ditemukan di area stasiun maupun kereta. Dari jumlah tersebut, 24 tumbler telah diambil kembali, sementara 173 lainnya masih tersimpan menunggu pemilik. Data tersebut menunjukkan perlunya edukasi berkelanjutan agar pelanggan memastikan kembali barang bawaannya sebelum meninggalkan kereta atau area stasiun.

KAI juga telah menerapkan mekanisme penanganan barang hilang yang terstruktur dan mudah diakses. Prosedurnya meliputi:

Penumpang melapor kepada petugas stasiun. Petugas memeriksa daftar barang temuan di layanan Lost and Found.

Jika barang sesuai ditemukan, penumpang dapat mengambilnya dengan menunjukkan identitas diri dan bukti kepemilikan.

“Kami mengajak seluruh pelanggan untuk membawa tumbler pribadi karena fasilitas Water Station sudah tersedia di stasiun-stasiun keberangkatan. Langkah kecil ini tidak hanya lebih sehat, tetapi juga berkontribusi besar dalam mengurangi sampah plastik.

Kami juga mengimbau pelanggan untuk selalu menjaga barang bawaannya. Jika ada barang yang tertinggal, segera laporkan kepada petugas karena KAI memiliki prosedur resmi melalui layanan Lost and Found,” ujar Luqman Arif, Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya.

KAI Daop 8 Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan sekaligus berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dengan membawa tumbler, menjaga barang bawaan, dan mematuhi imbauan petugas, pelanggan telah berkontribusi menciptakan perjalanan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Editor : Deni