SURABAYA, KABARHIT.COM – Seorang korban berinisial ID mengungkap dugaan penipuan investasi bodong yang dilakukan pelaku berinisial TI. Inisial ID mengaku tergiur masuk ke grup investasi tersebut setelah melihat banyak peserta lain mendapatkan keuntungan dan hadiah. Namun belakangan, ia baru menyadari bahwa seluruh aktivitas itu hanyalah tipu daya.
Inisial ID menceritakan awal mula dirinya tertarik bergabung. “Awalnya saya cuma lihat-lihat. Banyak yang dapat hasil, dapat keuntungan, dapat hadiah-hadiah. Akhirnya saya ikut investasi. Awalnya aman,” ujar ID di Surabaya pada Minggu (10/12/2025) malam.
Menurut inisial ID, inisial TI bahkan berani menunjukkan identitas dan alamat rumahnya untuk meyakinkan calon investor. “Dia bilang uang aman, kalau mau stop pokok bisa kembali. Awalnya memang begitu,” ungkapnya.
Memasuki pertengahan bulan, inisial TI mulai menawarkan skema baru. Inisial ID diminta mengajak member lain dengan iming-iming pembagian keuntungan fantastis.
“Dia bilang kalau aku dapat harga profit 200 juta, aku bisa ambil 100 jutanya. Memberku nanti juga digaji. Awalnya memang dapat semua, aman,” kata inisial ID.
Atas arahan inisial TI, inisial ID membuat story di media sosial. Banyak temannya tertarik lalu ikut menanamkan uang. Semua berjalan lancar—profit masuk, member puas.
Masalah mulai muncul pada tanggal 25 November, ketika inisial TI tak lagi mengirim profit ke inisial ID maupun member. Ketika ditanya, inisial TI hanya menjawab, “Bentar ya.”
Inisial TI kemudian berdalih sedang mengejar target perusahaan agar kontraknya tidak diputus. Ia bahkan menunjukkan foto-foto yang diklaim sebagai pertemuan dengan kreditur, namun belakangan diketahui foto itu hasil comot dari Pinterest dan Google.
“Dia ngaku pemegang saham. Ternyata semua fotonya editan,” tegas inisial ID.
Puncaknya terjadi pada 27 November malam, ketika inisial TI mengaku bahwa investasi tersebut tidak berjalan ke perusahaan mana pun. “Dia ngaku uang ditandon sendiri. Profit itu dari uang kita juga. Dia nggak bisa nampung karena profit yang dikasih terlalu besar,” tandas inisial ID.
"Skema diduga berjalan dengan pola gali lubang tutup lubang, hingga akhirnya macet total," tambahnya.
Setelah pengakuan tersebut, ratusan korban mendatangi rumah inisial TI di kawasan Permai Golf, Lingkar Timur, Sidoarjo. Namun inisial TI dan keluarganya sudah tak ada di lokasi.
“Korban ada lebih dari 300 orang. Kerugiannya sampai 9 miliar. Dia bilang mau tanggung jawab, tapi keluarganya hilang,” kata inisial ID.
Inisial TI sempat menunjukkan sertifikat tanah yang diklaim sebagai jaminan, namun ternyata itu pun bohong. Inisial ID sendiri mengaku merugi lebih dari Rp500 juta, termasuk uang dari member-member yang ia bantu bayarkan.
Meski kabur, inisial TI disebut masih beberapa kali muncul di grup WhatsApp. “Kadang bales, bilangnya mau tanggung jawab, mau audit. Tapi audit ya audit sendiri. Nggak ada hasilnya sampai sekarang,” tukas inisial ID.
Inisial ID berharap kasus ini menjadi peringatan bagi publik agar lebih hati-hati terhadap tawaran investasi dengan imbal hasil tak masuk akal.
“Harus lebih hati-hati. Kok bisa orang kasih profit segitu? Sebenarnya nggak masuk akal. Tapi namanya manusia ya, kadang kurang ngecek. Akhirnya ya ketipu,” pungkasnya.
Editor : Ipul