SURABAYA, KABARHIT.COM — Upaya menanamkan pemahaman politik dan nilai-nilai demokrasi sejak dini dilakukan oleh SMA Lab School Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui pembelajaran luar kelas.
Puluhan siswa mengunjungi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya untuk mempelajari secara langsung peran dan fungsi lembaga legislatif.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung DPRD Kota Surabaya, Jalan Yos Sudarso, Surabaya, Senin (6/1), dan diterima langsung oleh jajaran Komisi D DPRD Kota Surabaya. Dalam kunjungan itu, para siswa mendapatkan pemaparan mengenai tugas DPRD, proses pembentukan kebijakan publik, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam sistem demokrasi.
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Johari Mustawan, yang akrab disapa Bang Jo, menegaskan bahwa literasi politik merupakan fondasi penting bagi generasi muda agar tidak tumbuh menjadi kelompok yang apatis terhadap dinamika politik dan kebijakan publik.
“Literasi politik itu penting agar anak-anak muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga memahami bagaimana kebijakan dibuat dan bagaimana mereka bisa berkontribusi secara positif bagi bangsa dan Kota Surabaya,” ujar Bang Jo.
Menurutnya, pendidikan politik tidak cukup hanya disampaikan secara teoritis di ruang kelas, tetapi juga perlu dilengkapi dengan pengalaman langsung. Melalui kunjungan ke lembaga legislatif, siswa dapat melihat secara nyata bagaimana proses politik berjalan.
“Dengan datang langsung ke DPRD, siswa bisa melihat bahwa politik bukan sesuatu yang jauh atau menakutkan. Politik adalah alat untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat, dan generasi muda harus disiapkan sejak sekarang,” tambahnya.
Sementara itu, guru pendamping SMA Lab School Unesa, Lutviana Sriwahyu Wulandari, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran luar kelas mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Menurutnya, pembelajaran di luar kelas memiliki peran penting dalam membangun pemahaman siswa terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Belajar tidak harus selalu di dalam kelas. Anak-anak perlu melihat langsung bagaimana demokrasi bekerja dan bagaimana lembaga negara menjalankan fungsinya,” jelas Lutviana.
Ia menambahkan, tema pembelajaran tahun ini mengangkat kearifan sejarah, pilar demokrasi, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Gedung DPRD Kota Surabaya dipilih sebagai ruang belajar karena dinilai relevan dengan tujuan tersebut.
Lutviana juga menekankan pentingnya membangun pemahaman politik yang utuh dan kritis di kalangan pelajar. Menurutnya, derasnya arus informasi di media sosial kerap membentuk opini negatif terhadap dunia politik.
“Dengan bertemu langsung para pemangku kebijakan, siswa bisa melihat bahwa politik juga tentang pengabdian dan pengambilan keputusan untuk kepentingan publik,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan literasi politik siswa sekaligus menumbuhkan kesadaran demokrasi sejak usia sekolah.
Menutup kegiatan tersebut, Bang Jo menegaskan bahwa DPRD Kota Surabaya terbuka menjadi ruang belajar bagi pelajar dan mahasiswa sebagai bagian dari edukasi publik.
“Kami berharap dari kegiatan seperti ini lahir generasi muda yang kritis, beretika, dan peduli terhadap masa depan daerahnya,” pungkasnya.
Kegiatan belajar politik ini disambut antusias oleh para siswa SMA Lab School Unesa. Mereka aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar tugas legislasi, fungsi pengawasan, serta peran wakil rakyat dalam menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Editor : Deni