SURABAYA, KABARHIT.COM – Dunia esport bukan sekadar arena kompetisi adu kecepatan dan strategi. Di dalamnya, tersimpan harapan serta mimpi banyak orang, termasuk penyandang disabilitas, untuk memperoleh ruang yang setara dan inklusif.
Berangkat dari semangat tersebut, Jagad E-sport (Jawara Gamers Disabilitas) resmi dibentuk sebagai wadah pembinaan dan pengembangan atlet e-sport penyandang disabilitas. Kehadiran komunitas ini diharapkan menjadi ruang aman sekaligus sarana peningkatan prestasi bagi gamer disabilitas yang selama ini minim akses kompetisi.
Sebagai langkah awal, Jagad E-sport akan menggelar mini tournament Mobile Legends khusus penyandang disabilitas dengan memperebutkan Piala GADISku 2026. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung pada 7 Februari 2026 di Galeri Disabilitas Kinasih dan UPT Galeri Disabilitas Kota Surabaya (GADISku).
Ketua Umum Jagad E-sport, Ade Prasetya, mengatakan pembentukan Jagad E-sport merupakan upaya membuka ruang bagi potensi atlet e-sport disabilitas yang selama ini belum terwadahi secara optimal.
“Banyak gamer disabilitas yang memiliki kemampuan dan potensi besar, tetapi belum memiliki ruang kompetisi dan pembinaan yang setara. Jagad E-sport hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya di Surabaya, Kamis (22/1/2026).
Menurut Ade, e-sport merupakan cabang olahraga yang menitikberatkan pada strategi, kerja sama tim, serta ketajaman berpikir, bukan kekuatan fisik semata. Karena itu, penyandang disabilitas memiliki peluang yang sama untuk berprestasi secara profesional.
“Kehadiran Jagad E-sport menjadi bukti bahwa disabilitas juga mampu bersaing dan berprestasi di dunia e-sport nasional,” kata pria penyandang disabilitas fisik tersebut.
Dukungan penuh juga datang dari Direktur GADISku Surabaya, Edy Cahyono. Ia pun menegaskan olahraga prestasi, termasuk e-sport, harus menjadi bagian dari agenda inklusi disabilitas.
“Kami berkomitmen menjadikan GADISku sebagai ruang yang aman dan produktif bagi penyandang disabilitas. Mini tournament ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sarana membangun kepercayaan diri dan jejaring atlet disabilitas,” jelasnya.
Edy menambahkan, GADISku bersama Jagad E-sport terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari komunitas hingga pemerintah daerah, guna menciptakan jalur pembinaan atlet e-sport disabilitas yang berkelanjutan.
“Mini tournament Mobile Legends ini menjadi tonggak awal lahirnya ekosistem e-sport yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan. Sekaligus membuka jalan bagi penyandang disabilitas untuk tampil sebagai atlet e-sport berprestasi di tingkat regional maupun nasional,” pungkasnya.
Editor : Ipul