SURABAYA, KABARHIT.COM – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKS, Reni Astuti, mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur terhadap penguatan pendidikan inklusif. Salah satunya melalui peresmian Sekolah Luar Biasa (SLB-B) Negeri Karya Mulia.
Menurutnya, dukungan tersebut mencerminkan komitmen negara dalam menjamin hak pendidikan yang setara bagi seluruh anak, termasuk penyandang disabilitas.
“Setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Peresmian SLB - B Negeri Karya Mulia ini tentu menjadi langkah penting untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih baik, khususnya bagi anak-anak tuna rungu,” ujar Reni saat ditemui Kabarhit.com di Surabaya, Senin (5/1/2026) sore.
Ia menilai, kehadiran SLB negeri tersebut akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Reni juga memberikan apresiasi kepada yayasan pengelola SLB Karya Mulia yang telah menyerahkan pengelolaan sekolah kepada pemerintah.
“Ini luar biasa. Sekolah yang telah berdiri sejak tahun 1954 dan dikelola dengan baik oleh yayasan, kini diserahkan kepada negara melalui Pemprov Jatim. Tentu ini bentuk kepedulian bersama terhadap masa depan pendidikan inklusi,” jelasnya.
Reni berharap, alih status tersebut dapat diikuti dengan peningkatan sarana dan prasarana, serta kualitas pembelajaran di SLB -B Negeri Karya Mulia Surabaya.
"Dengan demikian, anak-anak berkebutuhan khusus dapat memperoleh pendidikan yang optimal dan berkelanjutan," harapnya.
Ia juga menyoroti beragam program keterampilan yang tersedia di sekolah tersebut, mulai dari menjahit, membatik, tata boga, hingga tata rias dan perawatan diri. Menurut Reni, keterampilan ini menjadi modal penting bagi lulusan SLB untuk hidup mandiri.
“Harapannya, anak-anak lulusan dari sini tidak hanya mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga keterampilan yang bisa menjadi bekal kemandirian dan akses ke dunia kerja,” imbuhnya.
Reni pun mendorong dunia usaha dan instansi pemerintah agar membuka ruang lebih luas bagi penyandang disabilitas yang memiliki kompetensi.
“Anak-anak disabilitas yang memiliki keterampilan harus diberi kesempatan agar bisa mandiri dan berdaya,” pungkasnya.
Editor : Ipul