GRESIK, KABARHIT.COM — Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bekerja sama dengan PGN Saka menggelar pelatihan intensif di Pondok Pesantren Mamba’ul Ihsan, Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik.
Pelatihan bertajuk "Santripreneur Goes Digital: Penguatan Branding Produk Santri Berbasis E-Commerce” itu berlangsung selama tiga hari, mulai 2 - 4 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan membekali santri dengan keterampilan pemasaran digital agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri.
Perwakilan staf keuangan Unesa, Gaby Karina Yesica Borintari, S.Ak., menjelaskan kolaborasi tersebut merupakan sinergi strategis yang dirancang untuk memberi dampak jangka panjang bagi para santri.
“Dalam kolaborasi ini, Unesa berperan sebagai pelaksana kegiatan, sementara PGN Saka mendukung dari sisi pendanaan. Harapannya, santri tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga mampu mengimplementasikannya di lingkungan pesantren maupun masyarakat,” ujar Gaby.
Perempuan berusia 33 tahun asal Driyorejo itu menambahkan, fokus utama saat ini adalah optimalisasi pelatihan selama tiga hari. Adapun, rencana lanjutan akan dibahas kembali setelah evaluasi kegiatan.
Sementara itu, salah satu peserta, Irfan Iswahyudi, mengaku mendapatkan banyak perspektif baru terkait pemasaran digital. Santri yang tengah merintis usaha budidaya ikan lele tersebut menyebut, pelatihan ini membuka wawasannya tentang cara kerja pasar daring.
“Awalnya saya pikir cukup unggah foto produk. Ternyata ada tekniknya, mulai dari riset kata kunci hingga cara merespons pesan pelanggan dengan cepat,” katanya.
Irfan menilai, pelatihan ini membuktikan bahwa santri di pesantren pun mampu menjangkau konsumen dari berbagai daerah di Indonesia. Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi pemantik semangat santri, khususnya di wilayah Ujungpangkah, untuk lebih berani mempromosikan produk lokal.
“Dengan teknik branding yang tepat, produk khas pesantren—baik hasil budidaya maupun olahan makanan—tidak hanya unggul dari sisi kualitas, tetapi juga menarik secara visual di pasar digital,” ujarnya.
Ia pun mengapresiasi inisiatif Unesa dan PGN Saka yang dinilai menjadi langkah konkret dalam mencetak generasi santripreneur yang melek teknologi.
“Meski berlangsung singkat, pelatihan ini menjadi fondasi penting bagi santri untuk bersaing di era ekonomi digital dan mendorong kemandirian ekonomi pesantren,” pungkasnya.
*) Penulis: Nazillatur Rohma, Tas’iyatul Mustaniroh Munafidhah, Tazkiyatun Nisa’, dan Nasy’atul I’anah (Pondok Pesantren Al Mustaniroh)
Editor : Ipul