SURABAYA, KABARHIT.COM – Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar konsultasi publik dalam rangka penyusunan program kerja tahun 2026. Forum yang berlangsung di Rumah Bhineka Surabaya, Rabu (18/02/2026), ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kalangan akademisi dan pelajar, guna merumuskan arah kebijakan sosial-politik yang lebih partisipatif dan inklusif.
Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya, Dr. Harmanto, M.Pd., menilai kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk mendorong transparansi serta membuka ruang partisipasi masyarakat dalam perencanaan program pemerintah daerah.
Menurutnya, keterlibatan publik penting agar masyarakat memahami arah kebijakan yang akan dijalankan sekaligus dapat memberikan masukan, baik dari sisi perencanaan maupun penganggaran.
“Ini merupakan konsultasi publik dari Bakesbangpol Surabaya agar program tahun 2026 diketahui masyarakat luas, sehingga publik dapat memberikan saran dan masukan, termasuk terkait aspek penganggaran,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Harmanto mengaku diminta memberikan kritik konstruktif terhadap sejumlah program yang telah dirancang. Evaluasi dilakukan terhadap program yang dinilai sudah berjalan baik maupun aspek yang masih memerlukan perbaikan.
Diskusi juga menyoroti arah pembangunan jangka menengah hingga 2030. Salah satu rekomendasi utama yang disampaikan adalah penguatan pendidikan politik bagi generasi muda, khususnya pemilih pemula. Ia menegaskan, pendidikan politik tidak seharusnya hanya dilakukan menjelang momentum pemilu, melainkan secara berkelanjutan.
Menurutnya, pendidikan politik idealnya digencarkan sejak 2027 hingga 2029 agar kualitas partisipasi pemilih pemula di Kota Surabaya semakin meningkat.
Selain itu, Harmanto mengapresiasi rencana pengembangan aplikasi SI ACI (Sistem Informasi Aku Cinta Indonesia) yang akan dikemas dalam bentuk permainan atau game kebangsaan. Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan karakter Generasi Z yang lebih responsif terhadap metode pembelajaran interaktif.
“Anak Gen Z sekarang kalau hanya diberi ceramah biasanya kurang tertarik. Namun jika dikemas dalam bentuk game, mereka justru lebih antusias. Apalagi jika nantinya diintegrasikan ke sekolah, tentu akan menjadi inovasi yang menarik,” jelasnya.
Ia berharap Bakesbangpol terus menghadirkan program yang mampu menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan yang bersifat nonfisik, seperti kesadaran berbangsa, toleransi, serta peningkatan partisipasi sosial masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru, menegaskan bahwa forum konsultasi publik ini menjadi momentum untuk merumuskan langkah strategis tahun 2026 sekaligus menetapkan target pembangunan sosial-politik pada 2027.
Ia menekankan komitmen pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas Kota Surabaya agar tetap kondusif serta terhindar dari konflik sosial maupun konflik berbasis agama.
“Kemudian di tahun 2026 apa yang kita lakukan, kemudian target di tahun 2027 ada beberapa aspek yang jelas menciptakan kondisi Surabaya sesuai harapan bersama, yakni tetap kondusif, lancar, dan tidak terjadi konflik sosial maupun konflik agama. Jadi kita bersama-sama menjaga NKRI,” ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan Rendi Agus Pratama, siswa Muhammadiyah 3 Surabaya. Ia menilai program aplikasi SI ACI memiliki peran penting dalam memperkuat rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda, terutama di tengah derasnya pengaruh budaya luar.
“Budaya Indonesia seharusnya kita cintai dan banggakan. Generasi muda jangan sampai kehilangan jati diri bangsa,” kata Rendi.
Ia juga mengajak pelajar di Surabaya untuk saling merangkul, menciptakan keharmonisan sosial, serta menumbuhkan semangat kebangsaan melalui berbagai program yang difasilitasi Bakesbangpol.
Rendi berharap forum konsultasi tersebut tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga mampu mendorong realisasi program yang berdampak nyata bagi generasi muda Surabaya agar semakin cerdas, berprestasi, dan tetap membanggakan kotanya.
Editor : Deni