UMKM Binaan BI Jatim Torehkan Prestasi di Ajang Citra Nusa KKI 2026

Peserta dan pemenang Citra Nusa KKI 2026 berfoto bersama di atas panggung setelah penyerahan penghargaan, dengan Canting Wira dari KPwBI Jawa Timur meraih Juara Harapan II.
Peserta dan pemenang Citra Nusa KKI 2026 berfoto bersama di atas panggung setelah penyerahan penghargaan, dengan Canting Wira dari KPwBI Jawa Timur meraih Juara Harapan II.

JAKARTA, KABARHIT.COM – Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 kembali menjadi momentum penting bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas pasar dan membangun jejaring usaha. Hingga 23 Agustus 2026, rangkaian kegiatan KKI mencatat total transaksi penjualan mencapai Rp177,21 miliar.

Penguatan akses pasar juga terlihat dari capaian business matching (BM). Untuk kategori ekspor, nilai transaksi yang berhasil dihimpun mencapai Rp169,9 miliar. Kegiatan tersebut mempertemukan 192 UMKM dengan calon pembeli dari 16 negara.

Sementara itu, business matching di bidang pembiayaan membukukan nilai Rp285 miliar. Angka tersebut meningkat 30,3 persen jika dibandingkan dengan rata-rata capaian dalam tiga tahun terakhir.

Berbagai capaian tersebut memperlihatkan semakin luasnya kesempatan UMKM Indonesia dalam memperoleh akses pasar, pembiayaan, serta koneksi bisnis, baik untuk kebutuhan domestik maupun pasar internasional.

KKI 2026 juga dirancang tidak sebatas menjadi ruang pamer dan transaksi produk lokal. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem UMKM dalam jangka panjang melalui kerja sama lintas pihak, penguatan rantai usaha dari hulu hingga hilir, pengembangan merek lokal oleh generasi muda, inovasi, serta penerapan prinsip keberlanjutan.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman menilai keberadaan ekosistem yang kuat menjadi salah satu fondasi penting untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan UMKM.

“Setiap tahun, dengan penuh rasa syukur kami adakan KKI agar UMKM Indonesia bisa terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing. Tapi, UMKM perlu mempunyai ekosistem yang menjadi tujuan berkelanjutan agar tumbuh, tangguh, dan berdaya saingnya UMKM Indonesia terus berlangsung,” ujar Aida dalam Seremoni Penutupan KKI 2026 di JICC Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Skala penyelenggaraan KKI 2026 tercermin dari jumlah pelaku usaha yang terlibat. Lebih dari 1.860 UMKM dari berbagai wilayah Indonesia mengikuti rangkaian program yang digelar tahun ini.

Dari jumlah tersebut, hampir 560 UMKM tampil secara luring dengan membawa berbagai produk unggulan. Produk yang ditampilkan antara lain wastra, ready to wear, makanan dan minuman, home decor, hingga berbagai karya kreatif yang dikembangkan generasi muda.

Penyelenggaraan KKI 2026 juga melibatkan 27 kementerian/lembaga serta 34 asosiasi dan mitra dari sektor industri, perbankan, akademisi, maupun pemangku kepentingan lainnya.

Dukungan terhadap proses kurasi, pengembangan kapasitas, dan perluasan pasar UMKM diperkuat melalui jaringan 46 Kantor Perwakilan Dalam Negeri serta lima Kantor Perwakilan Luar Negeri Bank Indonesia.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk ekosistem UMKM yang lebih terkoneksi, adaptif terhadap perubahan, serta mampu meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Pengembangan sumber daya manusia dan potensi ekonomi daerah turut mendapat perhatian dalam KKI 2026. Dua program yang menjadi wadah pengembangan talenta adalah Cangkir Barista dan Citra Nusa.

Cangkir Barista difokuskan pada pengembangan kewirausahaan di sektor kopi. Program tersebut mencakup peningkatan kompetensi, sertifikasi tingkat nasional, serta pendampingan untuk memperkuat usaha para barista.

Sementara itu, Citra Nusa diarahkan pada pengembangan UMKM wastra melalui peningkatan kapasitas, kreativitas desain, dan inovasi produk agar memiliki peluang lebih besar memasuki pasar ekspor.

Dalam penyelenggaraan tahun ini, Cangkir Barista menetapkan enam juara terbaik dan empat juara terfavorit. Citra Nusa menghasilkan lima juara terbaik serta tiga juara terfavorit.

Kedua program tersebut diharapkan tidak hanya melahirkan talenta baru, tetapi juga mendorong pemanfaatan potensi ekonomi daerah secara lebih luas, menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan, serta membuka peluang kerja.

Bank Indonesia pun terus mendorong penguatan UMKM melalui peningkatan kapasitas, perluasan akses pasar dan pembiayaan, pemanfaatan teknologi digital, inovasi produk, serta pembangunan ekosistem usaha yang mendukung pertumbuhan jangka panjang.

“Cintai, bangga, dan pakai produk UMKM Indonesia. Karena kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi UMKM Indonesia menjadi tuan rumah produk Indonesia dan bisa tumbuh, tangguh, dan berdaya saing,” kata Aida.

Potensi UMKM daerah turut terlihat dalam KKI 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur (KPwBI Jatim) membawa sejumlah UMKM binaannya untuk berpartisipasi dalam berbagai agenda, termasuk pameran dan program peningkatan kapasitas.

Dalam kategori Impactful Program, dua UMKM binaan KPwBI Jawa Timur berhasil menembus 20 besar Citra Nusa. Keduanya adalah Al-Warist Batik Aromatherapy dan Canting Wira.

Al-Warist Batik Aromatherapy mengembangkan produk batik dengan sentuhan aromaterapi berbahan rempah-rempah. Adapun Canting Wira memperkenalkan teknik Rainbow in the Shadow, sebuah metode pembatikan yang menghasilkan efek menyerupai warna pelangi pada bagian pinggir motif.

Prestasi tersebut berlanjut hingga babak akhir. Canting Wira berhasil meraih Juara Harapan II dalam kompetisi Citra Nusa.

Program Citra Nusa menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan UMKM dalam menciptakan desain dan produk yang inovatif, sekaligus membuka akses menuju pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.

Prestasi juga ditorehkan talenta kopi asal Jawa Timur. Dalam program Cangkir Barista yang dikembangkan bersama Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), dua barista dari Jawa Timur, Hangga Dwi Prakarsa dan Rahmat Ramadhan, berhasil masuk jajaran 12 besar.

Lima UMKM Jatim Kantongi Komitmen Rp19,4 Miliar
Akses terhadap calon mitra usaha juga diperluas melalui kegiatan business matching yang digelar pada 20-23 Agustus 2026.

Sebanyak sembilan UMKM binaan KPwBI Jawa Timur mengikuti agenda tersebut. Hasilnya, lima UMKM berhasil memperoleh komitmen kerja sama melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) dengan nilai keseluruhan mencapai Rp19,4 miliar.

Hasil tersebut memperlihatkan adanya peluang yang semakin besar bagi UMKM binaan Bank Indonesia di Jawa Timur untuk menjalin kemitraan baru dan memperluas jaringan bisnis.

Bagi pelaku usaha, business matching tidak hanya berfungsi sebagai sarana memperoleh transaksi. Pertemuan dengan calon mitra juga membuka ruang untuk membangun hubungan bisnis yang dapat dikembangkan dalam jangka panjang.

Penjualan Produk Wastra Jatim Naik 228 Persen
Partisipasi KPwBI Jawa Timur dalam KKI 2026 juga diwujudkan melalui sejumlah showcase UMKM, baik secara daring maupun luring.

Sebanyak 65 UMKM binaan dan mitra KPwBI Jawa Timur mengikuti pameran daring yang berlangsung pada 25 Juli-30 Agustus 2026 melalui website resmi KKI.

Untuk pameran luring pada 20-23 Agustus 2026, KPwBI Jawa Timur menghadirkan tujuh UMKM Wastra dan Laras Nusantara yang menawarkan produk ready to wear. Selain itu, terdapat enam UMKM dari sektor makanan dan minuman serta empat UMKM home decor yang tampil di Rumah Nusantara.

Tujuh UMKM Wastra dan Laras Nusantara tersebut meliputi Jokotole, Al-Warist Batik, Hadi Batik Podhek, Gedog Zaenal Tuban, Canting Wira, Namira Ecoprint, dan Batik Radhika.

Kinerja penjualan mereka menunjukkan hasil positif. Sepanjang KKI 2026, ketujuh UMKM tersebut membukukan penjualan Rp4,33 miliar.

Jika dibandingkan dengan capaian Rp1,34 miliar pada KKI 2025, nilai penjualan tersebut meningkat sekitar 228 persen.

Pertumbuhan itu didukung oleh sejumlah faktor, mulai dari bertambahnya jumlah UMKM yang berhasil melewati proses kurasi KKI, pilihan produk yang semakin beragam, hingga pengembangan produk ready to wear yang dirancang untuk menjangkau kelompok konsumen yang lebih luas.

Penguatan promosi juga ikut memberikan kontribusi. Pelaku UMKM semakin aktif memperkenalkan produknya kepada pelanggan lama sekaligus menjaring konsumen baru.

Lonjakan penjualan tersebut menjadi indikasi positif bagi perkembangan sektor wastra dan fesyen Jawa Timur. Produk lokal memiliki ruang yang semakin besar untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan nilai tambah.

Produk wastra Jawa Timur juga mendapat kesempatan tampil di panggung fesyen nasional.

Dalam rangkaian Closing Ceremony KKI 2026 pada 23 Agustus 2026, Batik Tuban Lockan, salah satu UMKM binaan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, tampil melalui kolaborasi bersama desainer nasional Danjyo Hiyoji dalam Pagelaran Swarna Nusantara.

Kolaborasi tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan wastra daerah kepada khalayak yang lebih luas sekaligus meningkatkan nilai tambah produk melalui keterlibatan industri fesyen nasional.

Pagelaran Karya Kreatif KKI 2026 mempertemukan kekayaan budaya dan wastra dari berbagai daerah dengan kreativitas desainer Indonesia. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperbesar peluang produk daerah untuk masuk ke pasar yang lebih luas.

Rangkaian prestasi yang diraih UMKM binaan KPwBI Jawa Timur dalam KKI 2026 menunjukkan pentingnya penguatan kapasitas, inovasi, akses pasar, serta kolaborasi dalam mendorong pelaku usaha naik kelas.

Sejumlah capaian menjadi gambaran potensi tersebut. Mulai dari keberhasilan UMKM Jatim di Citra Nusa dan Cangkir Barista, komitmen business matching senilai Rp19,4 miliar, hingga peningkatan penjualan produk wastra yang mencapai 228 persen.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa UMKM Jawa Timur memiliki modal yang kuat untuk terus mengembangkan usaha, memperluas jejaring, serta menjangkau konsumen dan mitra bisnis di pasar yang lebih besar.

Melalui semangat “#BeudayaMeusareSare – Berdaya Bersama-sama”, Bank Indonesia bersama pemerintah, pelaku usaha, industri, lembaga keuangan, masyarakat, pembeli global, dan berbagai mitra strategis terus membangun sinergi untuk memperkuat UMKM.

Kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan dapat membuat UMKM Indonesia, termasuk Jawa Timur, semakin inovatif, tangguh, berkelanjutan, dan mampu bersaing, baik di pasar nasional maupun internasional.

Editor : Tri Karyono