Surabaya Jadi Tuan Rumah Grand Final Putra Putri Wastra Batik Indonesia 2026

Grand Final Putra Putri Wastra Batik Indonesia 2026 di Surabaya Suites Hotel
Grand Final Putra Putri Wastra Batik Indonesia 2026 di Surabaya Suites Hotel

SURABAYA, KABARHIT.COM – Grand Final Putra Putri Wastra Batik Indonesia 2026 yang digelar di Surabaya Suites Hotel menjadi momentum untuk mendorong generasi muda mencintai, mengenakan, dan melestarikan batik sebagai warisan budaya bangsa. Para finalis juga diharapkan mampu memperkenalkan kekayaan wastra Indonesia ke tingkat internasional.

Pemilik sekaligus penyelenggara Putra Putri Wastra Batik Indonesia 2026 tingkat nasional, Lavamiga Zahira atau yang akrab disapa Mika, mengatakan pemilihan Surabaya Suites Hotel sebagai lokasi acara didasarkan pada kesesuaian karakter bangunan dengan tema kegiatan.

Menurut Mika, ornamen, corak, dan unsur wayang pada arsitektur hotel mencerminkan nuansa budaya yang selaras dengan wastra batik.

Ia berharap para finalis tidak hanya berorientasi pada gelar juara, tetapi juga memiliki komitmen untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya Indonesia.

“Semoga Putra Putri Wastra Batik Indonesia 2026 bisa melestarikan batik, bangga memakai batik sebagai remaja Indonesia, dan mengenalkannya kepada masyarakat mancanegara,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Arumi Bachsin hadir mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang berhalangan hadir karena agenda lain. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya.

Arumi mengapresiasi semangat peserta dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga remaja. Menurutnya, perjalanan menuju grand final membutuhkan persiapan, kedisiplinan, serta dukungan keluarga dan lingkungan sekitar.

Ia menegaskan bahwa peserta ajang pemilihan duta wastra perlu memiliki tiga aspek utama, yakni kecerdasan (brain), penampilan (beauty), dan perilaku (behavior).

Menurut Arumi, penampilan harus diimbangi dengan pengetahuan mengenai budaya yang dibawakan. Para finalis perlu memahami makna dan asal-usul motif batik yang dikenakan agar mampu menjelaskan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat.

“Adik-adik harus menjadi garda terdepan yang nantinya meneruskan perjuangan untuk memperkenalkan wastra Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa sekaligus identitas warga Indonesia,” jelasnya.

Arumi juga mengingatkan bahwa tanggung jawab peserta tidak berakhir setelah kompetisi selesai. Siapa pun yang terpilih diharapkan mampu menjalankan peran sebagai duta wastra dan membawa nama baik Jawa Timur di tingkat nasional maupun internasional.

Selain memiliki nilai budaya, wastra batik juga berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat. Industri batik melibatkan berbagai pihak, mulai dari perajin hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Karena itu, pelestarian batik perlu berjalan seiring dengan penguatan ekonomi pelaku usaha dan peningkatan kesejahteraan perajin.

Ketua Umum Keluarga Besar Bumi Sriwijaya, Prof. Dr. Ir. H. Abdul Hamid, turut mengajak generasi muda untuk bangga mengenakan batik. Ia juga mendorong inovasi agar warisan budaya tersebut tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Menurutnya, wastra batik tidak hanya menjadi produk budaya, tetapi juga berperan dalam memperkuat identitas bangsa dan mendorong kreativitas generasi penerus.

Dukungan terhadap pengembangan batik juga disampaikan perwakilan Cheers, Haryanto Wiyono. Ia menilai Jawa Timur memiliki kekayaan motif batik yang beragam, termasuk batik Madura dan batik Lumajang.

Potensi tersebut perlu terus dikembangkan agar batik daerah semakin dikenal di pasar nasional maupun internasional.

Sementara itu, Direktur Polindo Internasional dan STIP Pemuda, Dr. H. Nuryadi, menilai Putra Putri Wastra Batik Indonesia 2026 dapat menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda.

Menurutnya, ajang tersebut membantu peserta mengembangkan kepercayaan diri, kemampuan beradaptasi, serta keterampilan sosial.

Nuryadi mengingatkan bahwa keberhasilan tidak cukup diukur dari penghargaan yang diperoleh di atas panggung. Para finalis diharapkan mampu memberikan dampak nyata setelah kompetisi, termasuk memperkenalkan karya desainer dan meningkatkan perhatian masyarakat terhadap produk perajin batik.

Ia menegaskan, pengenalan batik harus disertai kepedulian terhadap kesejahteraan para perajin yang berperan penting dalam proses pembuatannya.

Dengan demikian, Putra Putri Wastra Batik Indonesia 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan duta budaya, tetapi juga generasi muda yang berperan aktif dalam pelestarian batik dan penguatan ekonomi kreatif Indonesia.

Editor : Tri Karyono