PASURUAN, KABARHIT.COM– PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Jawa bersama Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bangil, Pasuruan, resmi menutup rangkaian Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelita Warna melalui kegiatan bertema “Sinergi dan Kolaborasi untuk Pemasyarakatan yang Lebih Baik”.
Kegiatan penutupan berlangsung di Aula Rutan Kelas IIB Bangil, Pasuruan, Kamis (3/9/2026). Acara dihadiri Kepala Rutan Kelas IIB Bangil Yanuar Rinaldi beserta jajaran serta Manager TJSL Pelindo Sub Regional Jawa Sulistianingsih bersama tim.
Baca juga: Pelindo Gandeng Pengadilan Tinggi Jatim, Perkuat Tata Kelola dan Kepastian Hukum
Program Pelita Warna dilaksanakan pada 12 Juni hingga 15 Desember 2025 dengan total investasi mencapai Rp494,73 juta. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas, keterampilan, serta kemandirian warga binaan melalui berbagai pelatihan dan kegiatan produktif.
Sejumlah pelatihan yang diberikan meliputi teknologi informasi, desain grafis dan fotografi, menjahit dan kerajinan tangan, pertanian dan perikanan, pengolahan sampah organik menggunakan maggot BSF, barista, bakery, tata rias atau MUA, pemilahan sampah anorganik, pembuatan ecobrick, sosialisasi antinarkoba, serta pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk program Kejar Paket C.
Secara keseluruhan, Program Pelita Warna telah melibatkan 415 peserta.
Kepala Rutan Kelas IIB Bangil Yanuar Rinaldi menyampaikan apresiasi atas dukungan Pelindo yang tidak hanya memberikan pendampingan, tetapi juga menyediakan mentor dan perlengkapan untuk menunjang pelaksanaan program.
Menurut Yanuar, dukungan tersebut memberikan kontribusi penting terhadap keberhasilan pembinaan warga binaan di Rutan Bangil.
Sementara itu, Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Purwanto Wahyu Widodo, mengatakan Program Pelita Warna merupakan bentuk komitmen Pelindo dalam menghadirkan program TJSL yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan.
“Bagi Pelindo, TJSL bukan hanya mengenai pemberian bantuan, tetapi bagaimana program yang dijalankan dapat memberikan bekal dan membuka kesempatan bagi penerima manfaat untuk berkembang dan menjadi lebih mandiri,” ujar Purwanto.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh warga binaan dapat menjadi modal positif setelah mereka menyelesaikan masa pembinaan dan kembali ke tengah masyarakat.
Purwanto juga menekankan bahwa keberhasilan program TJSL tidak hanya diukur dari pelaksanaan kegiatan, tetapi dari manfaat yang tetap dapat dirasakan setelah program berakhir.
Baca juga: Pelindo Tanjung Wangi Klarifikasi, Macet Ketapang Bukan Disebabkan Aktivitas Pelabuhan
Program Pelita Warna juga menghasilkan berbagai kegiatan produktif, antara lain panen sayuran hidroponik berupa pakcoy, caisim dan kangkung, panen ikan nila, produksi serta penjualan kerajinan, penjualan kopi, panen maggot dan eco-enzyme, pembuatan ecobrick, hingga produksi celana training dan jasa permak.
Manager TJSL Pelindo Sub Regional Jawa Sulistianingsih mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar warga binaan memperoleh pengalaman praktis. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat diterapkan menjadi kegiatan produktif.
Pelindo turut memberikan berbagai sarana pendukung, di antaranya 10 unit komputer, lima unit mesin jahit, dua unit AC, LCD proyektor, kamera, renovasi kolam, fasilitas hidroponik dan aquaponik, kandang maggot, 15.000 ekor bibit ikan nila, serta pakan ikan.
“Kami ingin memastikan bahwa program yang diberikan memiliki manfaat yang dapat dirasakan secara langsung. Karena itu, selain pelatihan, kami mendorong adanya kegiatan produktif seperti budidaya hidroponik, perikanan, pengolahan sampah, kerajinan, hingga kegiatan usaha,” kata Sulistianingsih.
Ia berharap program tersebut dapat membekali warga binaan dengan keterampilan, pengalaman dan kepercayaan diri sehingga mampu menjadi pribadi yang lebih mandiri ketika kembali ke masyarakat.
Baca juga: Pelindo Sambut MV Seven Seas Navigator, Ratusan Wisatawan Asing Kunjungi Surabaya
Rangkaian penutupan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pemutaran video perjalanan Program Pelita Warna serta testimoni warga binaan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan, penyerahan rapor hasil pembelajaran Kejar Paket C kepada warga binaan melalui PKBM Candradimuka dan pemberian cinderamata.
Sebagai bentuk apresiasi, warga binaan juga menyerahkan hasil kerajinan kepada Pelindo atas dukungan yang telah diberikan selama pelaksanaan program.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan di area belakang Rutan Bangil dengan panen raya hasil budidaya hidroponik dan ikan nila. Selain panen, dilakukan pula penaburan benih ikan nila sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program budidaya perikanan.
Melalui Program Pelita Warna, Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat implementasi TJSL melalui kolaborasi yang memberikan manfaat sosial, meningkatkan kapasitas penerima manfaat, serta mendorong terciptanya kemandirian dan keberlanjutan. Bersama bersinergi, membangun kemandirian untuk masa depan yang lebih baik.
Editor : Tri Karyono