SURABAYA, KABARHIT.COM – Isu mengenai potensi gempa Megathrust kembali menjadi perhatian masyarakat. Kekhawatiran tersebut muncul seiring pembahasan mengenai akumulasi energi pada zona seismik yang berpotensi memicu gempa besar dan tsunami.
Indonesia sendiri berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) yang memiliki aktivitas tektonik tinggi. Kondisi geografis tersebut membuat sejumlah wilayah Indonesia memiliki potensi mengalami gempa bumi akibat pergerakan dan interaksi lempeng tektonik.
Baca juga: Pelindo Regional 3 Perkuat Tata Kelola BUMN lewat Business Judgment Rule
Meski demikian, waktu terjadinya gempa Megathrust hingga kini tidak dapat dipastikan. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah terpancing oleh informasi maupun prediksi yang beredar di media sosial.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, H. Budi Leksono, S.H., mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Menurutnya, langkah yang paling penting dilakukan saat ini adalah memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.
Pria yang akrab disapa Haji Buleks tersebut mengatakan, dirinya telah berkoordinasi untuk mendorong BPBD Kota Surabaya agar lebih aktif melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai potensi bencana.
“Mitigasi bencana penting dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampak yang mungkin ditimbulkan, baik melalui pembangunan fisik maupun peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana,” ujar Buleks, Jumat (11/9/2026).
Ia menilai edukasi kebencanaan menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi kemungkinan korban jiwa maupun kerugian material apabila bencana benar-benar terjadi.
Buleks juga meminta masyarakat tetap mengikuti informasi dan arahan resmi pemerintah. Menurutnya, kesiapsiagaan harus dibangun tanpa disertai kepanikan.
“Masyarakat tidak perlu panik. Tetap berdoa, bertawakal dan berikhtiar dengan mengikuti imbauan pemerintah,” katanya.
Baca juga: KPPU Surabaya Bekali Calon Advokat, Bahas Hukum Persaingan Usaha
Buleks selanjutnya mendorong Pemerintah Kota Surabaya untuk meningkatkan sosialisasi terkait kesiapsiagaan menghadapi gempa. Menurut dia, masyarakat perlu mengetahui langkah yang harus dilakukan jika sewaktu-waktu terjadi bencana.
Dengan pemahaman yang baik, warga diharapkan mengetahui lokasi aman, jalur evakuasi, serta langkah penyelamatan ketika menghadapi kondisi darurat.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai berbagai ramalan atau informasi di media sosial yang menyebut gempa besar akan terjadi pada waktu tertentu.
“Sekali lagi tidak perlu panik. Fokus pada mitigasi, termasuk mengenali jalur evakuasi dan menyiapkan tas siaga bencana sesuai ketentuan,” tegasnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Surabaya disebut tengah mempersiapkan langkah pemantauan terhadap aktivitas sesar dengan menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Baca juga: Bang Jo Soroti Kondisi Warga Dukuh Pakis yang Lima Tahun Berjuang Melawan Stroke
Rencana tersebut mencakup pemasangan perangkat monitoring untuk mengamati pergerakan sesar aktif di wilayah Surabaya. Hingga Jumat (11/9/2026) sore, prosesnya masih dalam tahap koordinasi, termasuk pembahasan kebutuhan perangkat serta dukungan anggaran.
Pemantauan tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa.
Selain pemasangan alat monitoring, BPBD Kota Surabaya juga terus didorong untuk memberikan edukasi kepada warga mengenai kesiapsiagaan, mitigasi, serta prosedur evakuasi ketika terjadi gempa.
Dengan langkah tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya mendapatkan informasi mengenai potensi risiko, tetapi juga memiliki pengetahuan praktis untuk menyelamatkan diri ketika bencana terjadi.
Editor : Tri Karyono