SURABAYA, KABARHIT.COM - Persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 mulai dipanaskan cabang olahraga floorball Kota Surabaya. Salah satunya melalui Surabaya Rising Champion 2026 yang menjadi ajang uji kemampuan sekaligus pemetaan kekuatan calon lawan sebelum persaingan Porprov digelar.
Turnamen yang berlangsung pada 8–10 September 2026 di Gelora Pancasila Surabaya ini diikuti sekitar 50 tim dari kategori KU 13 hingga KU 18. Tak hanya melibatkan tim-tim asal Surabaya, kejuaraan tersebut juga menghadirkan peserta dari sejumlah daerah di Jawa Timur sehingga menjadi momentum penting bagi AFI Floorball Surabaya untuk mengukur perkembangan atlet sekaligus membaca peta persaingan menuju Porprov 2027.
Wakil Ketua Pengkot AFI Floorball Surabaya, Mohammad Rizal Andreanto, mengatakan peningkatan jumlah peserta menjadi sinyal positif bahwa pembinaan olahraga floorball di Surabaya mulai membentuk ekosistem yang semakin kuat.
Menurut Andre, sapaan Mohammad Rizal Andreanto, Surabaya Rising Champion 2026 sekaligus dirancang untuk melihat perkembangan atlet sejak usia dini serta memetakan kekuatan tim-tim floorball di Jawa Timur.
“Pada kejuaraan ini kami diikuti kurang lebih 50 tim dari kategori KU 13 sampai KU 18. Selain tingkat Kota Surabaya, kami juga mengundang beberapa kota dan kabupaten, khususnya untuk KU 15 dan KU 18,” kata Andre.
Kehadiran tim dari luar Surabaya menjadi bagian penting dalam pemetaan kekuatan. Berdasarkan hasil kejuaraan tingkat provinsi yang berlangsung pada Juli 2026, Kabupaten Bojonegoro dan Kota Malang dinilai menjadi pesaing kuat Surabaya.
“Peta kekuatan floorball di Jawa Timur khususnya ada di Surabaya, kemudian Kabupaten Bojonegoro. Dari kejuaraan provinsi pada Juli lalu, lawan yang cukup kuat adalah Bojonegoro dan Kota Malang,” ujarnya.
Atas dasar tersebut, AFI Floorball Surabaya sengaja mengundang tim dari Bojonegoro dan Kota Malang. Langkah ini bukan hanya untuk memperluas persaingan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi atlet Surabaya untuk mempelajari karakter permainan calon lawan sebelum Porprov Jatim 2027.
“Ini menjadi acuan kami untuk melihat peta kekuatan di Jawa Timur. Kami mengundang dua kota dan kabupaten tersebut untuk mengamati cara bermain mereka, mumpung sebelum pelaksanaan Porprov 2027 yang akan dilaksanakan di Kota Surabaya,” jelas Andre.
Menurutnya, pemetaan sejak dini menjadi penting karena Surabaya akan menjadi tuan rumah Porprov Jawa Timur 2027. Persiapan pun tidak hanya dilakukan dari sisi jumlah atlet, tetapi juga melalui peningkatan pengalaman bertanding dan pemahaman terhadap kekuatan daerah lain.
Selain menjadi sarana persiapan menuju Porprov 2027, Surabaya Rising Champion juga dimanfaatkan sebagai wadah regenerasi atlet.
Kategori KU 13 mendapat perhatian khusus karena antusiasme sekolah-sekolah di Surabaya terhadap olahraga floorball dinilai cukup besar. Pembinaan kemudian dilanjutkan ke kelompok usia KU 15 dan KU 18.
“Kejuaraan ini juga menjadi ajang menjaring atlet-atlet usia dini, khususnya KU 13. Antusiasme dari sekolah-sekolah di Surabaya sangat besar, kemudian berlanjut ke KU 15 dan KU 18,” katanya.
Pembinaan berjenjang tersebut diarahkan untuk membentuk kekuatan tim floorball Surabaya menghadapi Porprov Jatim 2027.
AFI Floorball Surabaya bahkan memasang target tinggi dengan membidik medali emas pada nomor putra dan putri.
Sebagai persiapan awal, sebanyak 15 atlet putra dan 15 atlet putri disiapkan melalui program Puslatcab. Jumlah tersebut masih dapat berkembang menyesuaikan ketentuan teknis pertandingan Porprov 2027.
Saat ini, AFI Floorball Surabaya masih menunggu pemberitahuan dari Pengprov terkait technical handbook (THB) serta hasil rapat pelaksanaan Porprov 2027.
Dukungan terhadap perkembangan floorball Surabaya juga disampaikan Ketua Umum KONI Kota Surabaya, Arderio Hukom.
Ia menilai peningkatan jumlah peserta dibandingkan kejuaraan sebelumnya menunjukkan bahwa ekosistem floorball di Kota Surabaya mulai berkembang.
“Peningkatan peserta dari kejuaraan Piala Wali Kota sebelumnya dan sekarang di Surabaya Rising Champion 2026 ini menunjukkan bahwa ekosistem floorball sudah mulai hidup di Surabaya,” kata Arderio.
Menurut Arderio, semakin banyak kompetisi akan semakin besar pula peluang lahirnya atlet-atlet baru. Kejuaraan juga menjadi sarana bagi atlet untuk mengukur kemampuan sekaligus memperbanyak pengalaman bertanding.
“Semoga kejuaraan-kejuaraan floorball yang lain semakin banyak. Akhirnya kita mempunyai atlet berbakat yang lebih banyak karena banyak kompetisi,” ujarnya.
Ia menilai Surabaya Rising Champion 2026 memiliki nilai strategis karena tidak hanya mempertemukan tim-tim dari Surabaya, tetapi juga menghadirkan peserta dari daerah lain, termasuk Bojonegoro dan Kota Malang.
Persaingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan atlet Surabaya sebelum tampil di Porprov Jawa Timur 2027.
“Ini sekaligus menjadi tabungan agar kita lebih bersemangat lagi menyambut Porprov 2027. Terlebih peserta Surabaya Rising Champion sekarang ada yang dari Bojonegoro dan Kota Malang,” tuturnya.
Arderio berharap kompetisi tersebut tidak berhenti pada perebutan gelar juara. Lebih jauh, turnamen diharapkan mampu memperkuat semangat kebersamaan dan pembinaan olahraga di Jawa Timur.
“Semoga semangat kebersamaan Jawa Timur ini bisa membawa hasil yang membanggakan untuk kita semua,” kata Arderio.
Sementara itu, Andre menegaskan AFI Floorball Surabaya akan terus mendorong pembinaan atlet secara berjenjang. Kompetisi seperti Surabaya Rising Champion dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga kesinambungan regenerasi sekaligus meningkatkan kualitas atlet.
Ia berharap kekuatan floorball yang tengah dibangun dapat memberikan kontribusi terhadap target besar KONI Kota Surabaya pada Porprov Jatim 2027.
“Mudah-mudahan AFI Kota Surabaya bisa membantu target KONI Kota Surabaya yaitu 250 emas. Semoga bisa tercapai dan kita saling berkolaborasi dengan semua cabang olahraga di Kota Surabaya,” pungkasnya.
Dengan persiapan yang dilakukan sejak usia dini, pemetaan kekuatan lawan, hingga pembentukan tim melalui Puslatcab, floorball Surabaya kini mulai memanaskan mesin menuju Porprov Jatim 2027. Turnamen Surabaya Rising Champion 2026 menjadi salah satu langkah penting untuk mengukur sejauh mana kesiapan tersebut.
Editor : Tri Karyono