SURABAYA,KABARHIT.COM — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kota Surabaya kembali berlangsung dengan nuansa kebersamaan melalui tradisi brayakan. Sekitar 1.400 anggota dan keluarga besar TP PKK Kota Surabaya menghadiri Gebyar Hari Besar Islam bertema “PKK Bersholawat, Meraih Cinta dan Syafaat Nabi Muhammad” di Convention Hall Surabaya, Jumat (4/9/2026).
Tradisi brayakan dalam kegiatan tersebut diwujudkan melalui pembagian berbagai barang kebutuhan kepada para peserta. Sebanyak 2.233 barang, mulai dari perlengkapan rumah tangga, makanan ringan hingga sabun, disiapkan untuk dibagikan.
Kegiatan itu tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi, tetapi juga menjadi momentum untuk mempertahankan kearifan lokal sekaligus menumbuhkan semangat berbagi, kepedulian, dan gotong royong di tengah masyarakat.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, peringatan Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti pada kegiatan bersholawat. Menurutnya, nilai utama dari peringatan tersebut adalah bagaimana masyarakat mampu menerapkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menekankan pentingnya menerapkan sikap jujur, peduli terhadap sesama, menjaga toleransi, memperkuat persaudaraan, serta berani memperbaiki hal-hal yang dinilai tidak sesuai.
“Kalau kita ingin mendapatkan cinta Rasulullah, tidak cukup hanya banyak bersholawat. Kita juga harus berusaha meneladani akhlak beliau, menjaga persaudaraan, menyayangi sesama, dan memberikan manfaat bagi orang lain,” ujar Eri.
Eri Cahyadi Dorong PKK Jadi Penggerak Pembangunan
Eri menyebut nilai kebersamaan dan kepedulian tersebut selama ini menjadi salah satu kekuatan masyarakat Surabaya. Ia menegaskan bahwa pembangunan kota tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
“Surabaya tidak mungkin menjadi kuat kalau hanya dibangun oleh pemerintah. Surabaya menjadi kuat karena masyarakatnya saling membantu, saling menjaga, dan saling peduli,” katanya.
Karena itu, Eri mendorong kader PKK agar semakin aktif menjadi penggerak pembangunan di lingkungan masing-masing. Kedekatan kader dengan masyarakat dinilai menjadi modal penting untuk membantu pemerintah mengetahui kondisi warga secara langsung.
Kader PKK juga diharapkan dapat membantu memastikan berbagai program pemerintah menyentuh kelompok masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam penanganan persoalan sosial dan pengentasan kemiskinan.
Peran tersebut, lanjut Eri, juga berkaitan dengan penguatan Kampung Pancasila. Para kader diminta mengenali kondisi warga di lingkungannya dan turut memastikan masyarakat yang membutuhkan memperoleh perhatian maupun bantuan melalui program pemerintah.
“PKK harus menjadi ujung tombak untuk menyampaikan mana yang benar, mana yang keliru, dan mana yang masih kurang. Kita harus bersama-sama memastikan program pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Ajak Warga Perkuat Infak dan Sedekah
Dalam kesempatan tersebut, Eri juga mengajak masyarakat meningkatkan budaya infak dan sedekah. Ia mengingatkan bahwa berbagi tidak harus dilakukan dalam jumlah besar karena setiap orang dapat menyesuaikannya dengan kemampuan masing-masing.
Menurutnya, hal terpenting dalam bersedekah adalah keikhlasan dan niat untuk membantu sesama, bukan membandingkan nilai pemberian antara satu orang dengan lainnya.
“Sedekah tidak perlu dilihat dari nilainya. Sesuaikan dengan kemampuan kita. Yang penting ikhlas. Jangan sampai ada yang membandingkan besar kecilnya pemberian,” tuturnya.
Eri berharap potensi zakat, infak, dan sedekah di Surabaya dapat dikelola secara lebih optimal dan terintegrasi. Dana yang terkumpul, menurutnya, dapat menjadi salah satu kekuatan sosial untuk membantu masyarakat sekaligus mendukung program pengentasan kemiskinan.
“Sehingga zakat yang terkumpul di Surabaya harus diprioritaskan untuk membantu warga Surabaya,” ujarnya.
Warga Diminta Ikut Menjaga Pelayanan Publik
Selain mengajak masyarakat memperkuat kepedulian sosial, Eri juga meminta warga ikut menjaga berbagai pelayanan publik. Salah satunya dengan mendukung penerapan pembayaran parkir secara digital dan tertib.
Ia menjelaskan bahwa penerimaan parkir yang dikelola secara resmi akan kembali dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat melalui berbagai program pemerintah.
“Uang dari parkir yang masuk ke pemerintah digunakan kembali untuk masyarakat, seperti pendidikan gratis, kesehatan, dan berbagai kebutuhan pembangunan,” jelasnya.
Eri juga mengingatkan masyarakat agar tidak bersikap pasif ketika menemukan sesuatu yang tidak sesuai. Menurutnya, keberanian untuk memperbaiki kesalahan merupakan salah satu bentuk nyata dalam meneladani Rasulullah SAW.
“Warga Surabaya jangan diam ketika ada yang tidak benar. Kalau ada yang tidak tepat, mari dibenarkan. Inilah semangat Maulid Nabi, bagaimana kita meneladani Rasulullah untuk berbuat baik dan memperbaiki sesuatu yang belum benar,” katanya.
Rini Indriyani: Brayakan Jadi Simbol Semangat Berbagi
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani mengatakan kegiatan Maulid Nabi tahun ini menjadi pengingat bahwa aktivitas PKK tidak hanya berkaitan dengan pemberdayaan keluarga, tetapi juga perlu memperkuat nilai spiritual dan kepedulian terhadap masyarakat.
Menurut Rini, kegiatan Maulid Nabi bersama TP PKK Surabaya tahun ini merupakan penyelenggaraan untuk keempat kalinya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar dengan cakupan peserta yang semakin luas, termasuk melibatkan lebih banyak kader PKK dari tingkat kecamatan hingga kelurahan.
Tradisi brayakan, lanjut Rini, menjadi salah satu bentuk sederhana untuk menumbuhkan semangat berbagi dalam suasana peringatan Maulid Nabi.
Tahun ini, sebanyak 2.233 barang disiapkan untuk dibagikan kepada peserta. Jumlah tersebut bahkan lebih banyak dibandingkan jumlah peserta yang hadir.
“Yang kita bagikan mungkin sederhana, tetapi semangat berbagi dan kebersamaannya yang ingin kita jaga. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini membawa keberkahan bagi semuanya,” ujar Rini.
Rini turut memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus TP PKK tingkat kecamatan dan kelurahan yang selama ini ikut mendukung berbagai program Pemerintah Kota Surabaya.
Ia menegaskan, PKK memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam meneruskan berbagai program hingga ke tingkat masyarakat.
“PKK adalah mitra pemerintah. Apa yang menjadi program pemerintah kami dukung dan kami teruskan sampai ke masyarakat. Semua ini tentu tidak bisa berjalan tanpa dukungan seluruh pengurus PKK,” katanya.
Rini kemudian mengajak seluruh kader untuk mempertahankan kebersamaan serta menjalankan setiap bentuk pengabdian dengan ketulusan dan keikhlasan.
“Saya yakin ketulusan dan keikhlasan seorang perempuan akan membawa dampak luar biasa bagi keluarga maupun negara. Mari terus menjadi versi terbaik dari diri kita, menjadi ibu yang luar biasa, kebanggaan anak-anak, dan panutan bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya.
Editor : Tri Karyono