Kader PDIP Ajak Warga Surabaya Ciptakan Generasi Hebat dan Unggul Melaui PIP

avatar kabarhit.com

SURABAYA | KABARHIT - PDI Perjuangan Kota Surabaya melanjutkan sosialisasi beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP), yang dijaring dari jalur aspirasi anggota DPR RI Komisi X, Puti Guntur Soekarno.

Di Kecamatan Sawahan, Ratusan ibu-ibu hadir bersama putra dan putrinya yang bersekolah di jenjang SD, SMP dan SMA/SMK. Mereka mengikuti sosialisasi beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) yang digelar kader-kader PDI Perjuangan (PDIP) yang berlangsung meriah.

Puti, cucu Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, menjadi anggota DPR RI Komisi X dari PDI Perjuangan Dapil Surabaya-Sidoarjo.

Selama menjadi anggota DPR RI, Ibu Puti Guntur Soekarno gencar menyalurkan program-program pemerintah di Kota Surabaya, khususnya pendidikan seperti beasiswa PIP, kata Iwan Tjandra , Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Sawahan, dalam sambutannya, Jum'at (6/8/2022).

Kita berterima kasih atas perjuangan Ibu Puti Guntur Soekarno untuk masa depan para pelajar generasi muda, sehingga mendapatkan beasiswa PIP. Sudah ribuan pelajar di Kota Surabaya memetik manfaat program Presiden Jokowi ini, kata Iwan

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Adi Sutarwijono menegaskan komitmen partainya untuk melahirkan generasi unggul, generasi hebat, yang akan memimpin Surabaya dan Indonesia di semua bidang, di masa depan.

Generasi penerus yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mempunyai akhlak mulia. Para pelajar ini kelak akan menerima tongkat estafet dari generasi sekarang, kata Adi, yang juga Ketua DPRD Kota Surabaya.

Hadir dalam acara itu, Aliyudin selaku tenaga ahli Puti Guntur Soekarno menjelaskan para penerima beasiswa PIP harus diajukan setiap tahun.

Karena setiap tahun datanya berubah. Minimal kelasnya berganti, karena naik kelas, kata Aliyudin.

Untuk jenjang siswa SD, mendapat beasiswa Rp 450 ribu per tahun. Jenjang siswa SMP Rp 750 ribu per tahun. Dan pelajar SMA/SMK mendapat Rp 1 juta per tahun.

Pesan dari Ibu Puti Guntur Soekarno, dananya harus seratus persen untuk pendidikan putra-putri panjenengan semua. Tidak untuk keperluan lain, kata Aliyudin.

Sukadar, Anggota Komisi C bidang Pembangunan DPRD Kota Surabaya dari PDI Perjuangan, mengatakan saat ini banyak program kebijakan pemerintah yang meringankan beban orangtua untuk biaya pendidikan.

Tugas para orangtua wali murid adalah mendampingi proses belajar putra-putrinya agar menyerap secara maksimal ilmu pengetahuan dan teknologi, dan mencapai prestasi belajar, kata Sukadar.

Editor : Deni