Pemantaban Harkamtibmas, Jajaran Polres Nganjuk Ajak Komunikasi Pengurus Perguruan

avatar kabarhit.com

Pemantaban Harkamtibmas, Jajaran Polres Nganjuk Ajak Komunikasi Pengurus Perguruan

*Nganjuk* Kapolres Nganjuk Polda Jatim, AKBP Boy Jeckson S. S.H., S.I.K. , M.H. menginstruksikan jajarannya untuk tetap menciptakan dan memelihara Kamtibmas di wilayah masing masing.

Tentu dalam hal ini pihak Kepolisian tidak bisa lepas dari peran serta elemen masyarakat yang ada termasuk para tokoh agama (toga), tokoh masyarakat ( tomas) dan organisasi masyarakat lainnya.

Menindaklanjuti perintah tersebut kali ini Kapolsek Lengkong AKP Roni Andreas S., S.H, mengumpulkan seluruh pengurus perguruan silat yang ada di wilayah hukumnya untuk mempererat tali silaturahmi antara pihak kepolisian dengan elemen masyarakat.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Polsek Lengkong yang juga merupakan program unggulan Polres Ngawi Polda Jatim yaitu Sokoguru ( Sowan dan Komunikasi Perguruan).

Dalam kegiatan Sokoguru yang digelar di Makoramil 0810/13 Lengkong, Kapolsek Lengkong menyampaikan pesan dari Kapolres Ngawi Polda Jatim ,AKBP Boy Jeckson yang mengingatkan seluruh pengurus perguruan silat di wilayahnya untuk menghentikan perselisihan dan mengedepankan komunikasi.

Acara Sokoguru dihadiri Danramil 0810/13 Lengkong Kapten Inf. Joko Hari Susanto, Forkopimcam Lengkong, Heri Setyo (Ketua PSHT), Sofyan Asyauri (Ketua PERSINAS ASAD), Andika (Ketua Tapak Suci) dan Tresno (Ketua IKSPI).

AKP Roni juga mengatakan pentingnya pihaknya juga terbuka dengan informasi dan koordinasi jika ada permasalahan yang melibatkan anggota perguruan pencak silat.

Supaya tidak sampai meluas ke mana-mana sehingga membuat situasi kurang kondusif dan menggangu kepentingan umum, katanya, Senin (5/12) yang lalu.

Sementara itu pengurus IPSI Heri Setyo mengatakan sangat mendukung program Sokoguru yang digagas oleh Polres Ngawi Polda Jatim dan pihaknya berjanji akan selalu berkoordinasi dengan pengurus IPSI Kecamatan Lengkong dan Polsek jika sampai terjadi permasalahan.

Kami praktisi pencak silat tidak ingin distigma sebagai biang onar di lingkungan karena bukan itu tujuan kami mempelajari seni beladiri," ucap Heri. (**)[8/12 12.11] Ida Lpk 3: Polda Jatim Tingkatkan Penjagaan Pasca Ledakan Bom Bunuh Diri di Bandung

*Surabaya* - Pasca Bom bunuh diri meledak di Polsek Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat,Rabu (7/12) sekira pukul 08.20 WIB, Polda Jatim melakukan langkah antisipasi dengan meningkatkan sistem pengamanan.

Meskipun sebelumnya Polda Jatim telah melaksanakan sistem pengamanan Mako dengan melakukan pemeriksaan setiap orang yang keluar masuk Mapolda Jatim, kali ini petugas jaga lebih dioptimalkan.

Hal tersebut seperti disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto saat diwawancarai awak media di Balai Wartawan Bidhumas Polda Jatim, Rabu (7/12).

"Sistem pengamanan mako dengan melakukan pemeriksaan setiap orang yang masuk ke Mapolda Jatim sudah dilakukan sebelumnya," ujar Kombes Dirmanto.

Namun, lanjut Kombes Dirmanto mulai hari ini lebih diperketat.

"Hal ini juga menjadi atensi arahan Bapak Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. Toni Harmanto agar semua Kantor Polisi Polda Jatim dan jajaran Polda Jatim meningkatkan sistem Pengamanan," kata Kombes Dirmanto.

Langkah ini menurut Kombes Dirmanto juga tidak hanya dilakukan di Mapolda Jatim, untuk Polres dan Polsek di seluruh Jawa Timur juga melakukan peningkatan penjagaan.

Semoga Jawa Timur kondusif, tidak ada teror apapun. Dan kami menghimbau masyarakat tetap tenang, harap Dirmanto. (*)

Editor : Deni