Sinergitas Program dan Kegiatan, Biro Perekonomian Jatim Gelar Rapat Strategis

SURABAYA,  KABARHIT.COM - Biro Perekonomian Setdaprov Jawa Timur menggelar Rapat Sinergitas bertema “Sinergitas Program dan Kegiatan Provinsi dengan Kabupaten/Kota serta Analisis Terhadap Isu Strategis Lingkup Bidang Perekonomian," Selasa (3/12/2024) kemarin.

Acara yang berlangsung di Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya ini dihadiri oleh 100 peserta yang meliputi Asisten Perekonomian dan Pembangunan serta Kepala Bagian Perekonomian se-Jawa Timur.

Tak hanya itu, acara ini juga menghadirkan narasumber seperti Deputi Direktur Keuangan dan Ekonomi Moneter Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jatim, M. Barit Bataludin, Kepala BPS Jatim Dr. Zulkifli, serta Insinyur Yahya Taufik Al Habsy dari Kadin Jatim.

Kabiro Perekonomian, MHD. Aftabuddin Rijaluzzaman menyampaikan pentingnya sinergitas di era otonomi daerah untuk mendukung transformasi menuju visi Indonesia Emas 2045.

"Acara ini dapat memperkuat kolaborasi dan koordinasi dalam menangani isu-isu strategis di bidang perekonomian," ujarnya dalam keterangan pers diterima oleh redaksi pada Rabu (4/12/2024).

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Jatim, Insinyur Joko Irianto menyoroti pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan III 2024 yang mencapai 4,91% (yoy), dengan kontribusi 14,52% terhadap PDB nasional.

"Selain itu, inflasi November 2024 terkendali di angka 1,41% (yoy), dan realisasi investasi Triwulan III 2024 mencapai Rp 39,69 triliun, meningkat 11,6ri tahun sebelumnya," kata Joko.

“Percepatan realisasi belanja fiskal sangat diperlukan untuk mendorong perekonomian,” jelasnya. 

Joko menjelaskan rencana pembangunan jangka panjang daerah 2025-2045. 

"Sesuai tema tahun 2025 adalah Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia untuk Mendukung Transformasi Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan," imbuh dia.

Senada, Kepala BPS Jatim, Dr. Zulkifli, menekankan peran industri pengolahan sebagai penyumbang 33% perekonomian Jatim. Ia juga mengangkat isu produktivitas pertanian di tengah lahan yang semakin sempit, meskipun Jawa Timur memiliki produksi beras tertinggi di Indonesia.

“Kita perlu fokus pada peningkatan produktivitas pertanian dan memperkuat industri pengolahan untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan,” tutur Zulkifli.

Melalui rapat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap dapat memperkuat sinergitas dengan kabupaten/kota untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang demi perekonomian yang lebih baik.

 

Editor : Ipl