DPRD Jatim Digeruduk Ribuan Santri, Musyafak Janji Tindaklanjuti Tuntutan

Ribuan puluhan Aliansi Santri Nderek Kiai Geruduk kantor DPRD Jatim.
Ribuan puluhan Aliansi Santri Nderek Kiai Geruduk kantor DPRD Jatim.

SURABAYA, KABARHIT.COM - Suasana Jalan Indrapura, Surabaya mendadak riuh. Ribuan santri dan kiai yang tergabung dalam gerakan Aliansi Santri Nderek Kiyai (Asri) mendatangi kantor DPRD Jawa Timur pada Selasa (21/10/2025) sore. 

Aksi mereka menuntut protes keras kepada Pemerintah dan KPI mencabut izin siaran trans7, buntut tayangan program exposed unsensored yang dinilai melecehkan kehormatan Romo KH. Anwar Mansur Ponpes Lirboyo dan mencederai marwah pondok pesantren. 

Dalam pantauan wartawan Kabarhit, massa mereka berbagai dari kalangan elemen diantaranya ansor, banser, alumni lirboyo, alumni tebuireng, alumni ploso, dan banyak pesantren lainnya.

Mereka membawa poster dan spanduk bertuliskan seruan moral seperti "Boikot Trans7", "Cabut izin Trans7", "Trans7 Sarang wahabi", "Ngaji akhlak bareng trans7 #Rua Bergerak", "Trans7 Media Tak Bermutu, Santri Bersatu", dan banyak lagi.

Sekitar jam 14.44 wib, ribuan massa mulai memadati area gedung kantor DPRD Jawa Timur baik dari kota Surabaya maupun dari luar. Dengan berdiri di sepanjang jalan raya, mereka melantunkan sholawat asyghil, yalal wathon, dzikir, dan menyapanya orasi secara bergantian. Suasana aksi berlangsung tertib dan khidmat. 

Beberapa tokoh turut hadir mendampingi massa aksi. Mulai dari bupati Pasuruan, wali kota hingga para kiai, Bu Nyai, Gus, Ning dari berbagai pondok pesantren se-Jawa Timur. 

Dalam pernyataan, Ketua DPRD Jawa Timur Musyafak Rouf mengatakan bahwa kami akan menindaklanjuti aspirasi para santri dengan berkoordinasi bersama komisi terkait, khususnya bidang komunikasi dan digital. 

"Iya, ini akan kita tindaklanjuti ke teman-teman di komisi yang berhubungan langsung dengan kementerian komunikasi dan digital (komdigi). Kemarin juga sudah ada pertemuan di Jakarta dan hasil rangkuman ini akan sampaikan disana," ujar Musyafak saat ditemui awak media usai temui massa demo santri di Ruang Ketua DPRD Jatim. 

"Aksi protes dan demonstrasi besar-besaran yang terjadi di Jawa Timur ini juga akan menjadi bahan pertimbangan penting," katanya. 

Adapun tuntutan yang disampaikan Aliansi Santri Nderek Kiyai (Asri) antara lain:

1. Mengecam penayangan video Xpose Uncensored di Trans7.

2. Menuntut owner Trans Media untuk meminta maaf secara langsung kepada Kiai Anwar Manshur dan menyiarkannya secara live di seluruh jaringan Trans Media, serta menghapus video penghinaan yang telah tersebar di media sosial.

3. Menuntut pemberhentian dan proses hukum bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pembuatan video Xpose Uncensored Trans7.

4. Mendesak pihak kepolisian untuk segera memproses laporan hukum yang disampaikan para santri.

5. Meminta DPRD Jatim mengawal regulasi media yang lebih tegas dan mendidik, serta mendorong KPID untuk menelaah tayangan Xpose Uncensored Trans7 atas dugaan pelanggaran regulasi, dengan tuntutan agar izin siar Trans7 dicabut.

Editor : Ipl