SURABAYA,KABARHIT.COM - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kota Surabaya resmi menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pada Senin, 3 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari Muscab serentak yang dilaksanakan oleh tiga daerah Surabaya, Kota Pasuruan, dan Sidoarjo sebagai langkah strategis Partai Hanura Jawa Timur dalam melengkapi struktur organisasi hingga tingkat ranting pada pertengahan 2026.
Bertempat di Kantor DPD Partai Hanura Jawa Timur, Jalan Khairil Anwar, Surabaya, acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPC, kader partai, serta Ketua DPD Hanura Jawa Timur, Dr. Ir. Sumarzen Marzuki, M.MT. Muscab menjadi ajang penting untuk konsolidasi internal, evaluasi kinerja, dan penyusunan program kerja ke depan.
Dalam forum tersebut, Edi Rachmat terpilih sebagai Ketua DPC Hanura Surabaya periode 2025–2030. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya Muscab sebagai wadah memperkuat struktur organisasi partai di tingkat kota. “Kami optimis Hanura Surabaya mampu menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan di Pemilu 2029. Muscab ini adalah langkah awal menuju kemenangan,” ujarnya.
Ketua DPD Hanura Jawa Timur, Dr. Sumarzen Marzuki, menyampaikan bahwa pelaksanaan Muscab merupakan amanat partai yang harus dituntaskan sebelum 31 Oktober 2025. “DPD Hanura Jatim diberi deadline untuk menyelesaikan Muscab di seluruh daerah sebagai bagian dari pakta integritas kepengurusan,” tegasnya.
Menurutnya, dari 15 pengajuan Muscab yang dikirim ke DPP, tiga daerah Surabaya, Pasuruan, dan Sidoarjo mendapat persetujuan gelombang pertama dan dilaksanakan serentak di kantor DPD.
Wakil Ketua Bidang OKK Hanura Jatim, Muhdor Ali, menambahkan bahwa Muscab kali ini menjadi momentum penting untuk mengangkat kembali elektabilitas partai. “Ketua DPC terpilih punya tanggung jawab besar untuk menahkodai partai menuju Pemilu 2029. Target kita jelas: 5 kursi di DPRD Provinsi dan 62 kursi di tingkat kabupaten/kota,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa arahan Ketua Umum Oesman Sapta Odang (OSO) harus diteruskan hingga ke tingkat ranting. Ketua DPC terpilih nantinya akan segera menyusun kepengurusan dari tingkat PAC hingga desa.
Data dari Tim Teknis Pendamping Muscab (T2PM) menunjukkan bahwa ketiga daerah memiliki dinamika elektoral yang berbeda. Hanura Surabaya sempat meraih 3 kursi pada Pemilu 2014, namun nihil pada 2019 dan 2024. Kota Pasuruan meraih 3 kursi pada 2019 dan kosong di 2024, sementara Sidoarjo mencatatkan 3 kursi pada 2009 dan 2 kursi pada 2014.
Agenda Muscab meliputi pemilihan kepengurusan baru, pembahasan program kerja strategis, serta penguatan sinergi antara DPC dan DPD. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan penyegaran semangat juang para kader Hanura di Jawa Timur.
Editor : Deni