Ketua Golkar Sidoarjo Apresiasi Presiden Prabowo Anugerahi Pahlawan Nasional untuk Soeharto dan Gus Dur

Ketua DPD Partai Golkar Sidoarjo  Adam Rusydi. (Foto: Istimewa)
Ketua DPD Partai Golkar Sidoarjo Adam Rusydi. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, KABARHIT.COM - Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI HM Soeharto dan Presiden ke-4 RI KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Penganugerahan tersebut diumumkan pada perintah hari Pahlawan Nasional pada tanggal 10 November 2025 di Jakarta.

Hal itu direspon, Ketua DPD Partai Golkar Sidoarjo Adam Rusydi menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas keputusan Presiden Prabowo telah memberikan anugerah gelar Pahlawan Nasional. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan langkah bersejarah yang mencerminkan kedewasaan bangsa dalam menghargai jasa para pemimpin dari lintas era dan latar belakang. 

"Presiden Prabowo telah menunjukkan sikap kenegarawanan dengan mengakui jasa dua tokoh bangsa ini. Pak Harto telah meletakkan fondasi pembangunan nasional dan stabilitas ekonomi. Sementara sosok Gus Dur menegakan nilai-nilai kemanusiaan, pluralisme, dan demokrasi," ujar Adam sapaan akrabnya di Surabaya, Rabu (12/11/2025) siang. 

Adam pun menilai bahwa penganugerahan tersebut, bukan hanya penghormatan terhadap dua sosok pemimpin bangsa, tetapi juga menjadi refleksi semangat persatuan dan rekonsiliasi nasional. 

"Dengan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto dan Gus Dur, Presiden Prabowo mengajak kita menatap masa depan tanpa terjebat pada perbedaan masa lalu," ajaknya. 

"Ini simbol persaudaraan dan penghormatan terhadap perjuangan anak bangsa dari berbagai lintasan sejarah," tambah Ketua Komisi C DPRD Jatim. 

Ketua Komisi C DPRD Jatim menuturkan bahwa bagi Partai Golkar, keputusan tersebut memiliki makna khusus. Ia juga mengakui, sosok Soeharto memiliki peran penting dalam perjalanan partai berlambang pohon beringin tersebut. 

"Kami menyambut penghargaan ini dengan rasa bangga dan haru. Pengakuan kepada Gus Dur juga membuktikan bahwa nilai kemanusiaan dan toleransi yang beliau perjuangkan tetap relevan bagi bangsa saat ini," tutur Adam. 

Lebih lanjut, Adam mengungkapkan pemberian gelar tersebut merupakan pengakuan negara atas dedikasi seorang pemimpin yang menjaga kedaulatan, kestabilan, dan pertumbuhan ekonomi bangsa. 

"Pak Harto merupakan sosok pemimpin yang menegakkan stabilitas dan membangun fondasi ekonomi bangsa dari titik nol. Selama memimpin Indonesia ini mampu berdiri tegak sebagai negara yang kuat secara politik, berdaulat secara ekonomi, dan mandiri dalam pangan," ungkapnya. 

Politikus Golkar Sidoarjo menambahkan bahwa semangat kekaryaan dan pembangunan berkelanjutan yang diwariskan Soeharto masih menjadi inspirasi bagi kader Partai Golkar saat ini. 

"Sosok Soeharto telah mengajarkan tentang pembangunan harus berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Program seperti transmigrasi, swasembada pangan, dan pembangunan infrastruktur dasar adalah bukti nyata komitmen beliau terhadap ekonomi kerakyatan," tegasnya. 

"Nilai-nilai itu terus kami pegang dalam perjuangan politik di Partai Golkar hari ini," imbuh dia. 

Adam mengatakan, langkah Presiden Prabowo merupakan bentuk keadilan sejarah bangsa Indonesia ini. 

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pendirinya. Presiden Prabowo telah memberikan teladan dengan rekonsiliasi sejati lahir dari penghormatan terhadap sejarah dan jasa para tokoh bangsa," tukas Adam. 

"Penganugerahan ini menjadi semangat negara dalam menghormati jasa para tokoh bangsa yang telah mengabdikan hidupnya bagi persatuan, kemajuan, dan kemanusiaan Indoensia," pungkasnya.

Editor : Ipl