SURABAYA, KABARHIT.COM – Penggerebekan Polrestabes Surabaya di kawasan eks-lokalisasi Dolly pada tanggal 15 November 2025 memantik keprihatinan serius. Dua dari pekerja seks komersial (PSK) yang diamankan ternyata masih di bawah umur.
Temuan mengejutkan ini langsung mendapat sorotan tajam dari Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas mengatakan peristiwa ini sebagai alarm bahaya yang menegaskan bahwa kerawanan sosial dan ancaman eksploitasi terhadap anak bukan lagi sekadar isu, melainkan ancaman nyata.
"Penggerebekan itu cukup mengagetkan. Ditemukan dua PSK yang ternyata masih anak-anak. Ini menegaskan bahwa kerawanan sosial yang menghantui anak-anak di Jawa Timur bukan sekadar isu, tetapi ancaman nyata," ujar Puguh yang juga Sekretaris Fraksi PKS di DPRD Jatim, dikutip laman resmi fraksipksjatim.id, Selasa (18/11/2025).
Puguh menegaskan bahwa kasus di eks-Dolly ini menunjukkan kompleksitas ancaman yang dihadapi anak-anak hari ini, bukan hanya bullying, tapi juga eksploitasi seksual yang diorganisir oleh pihak tak bertanggung jawab.
"Kasus ini menunjukkan bahwa anak-anak kita sedang berada dalam ancaman besar. Ada orang-orang tidak bertanggung jawab, atau yang kita kenal sebagai mucikari, yang berani mengeksploitasi anak-anak demi keuntungan," tegasnya.
Ia pun mendesak aparat penegak hukum tidak berhenti pada penggerebekan lapangan. Aparat harus melacak hingga ke akar-akarnya, mencari siapa aktor di balik praktik prostitusi yang dihidupkan kembali di kawasan yang sudah ditutup secara hukum itu.
"Saya mendorong aparat mencari sampai ke akar-akarnya. Siapa aktornya? Apa modusnya? Bagaimana jaringannya? Semuanya harus diusut tuntas. Ini tidak boleh dibiarkan," serunya.
Selain penindakan hukum, Puguh menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan dari Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya.
"Pemerintah harus aktif masuk ke ruang-ruang sosial terkecil, seperti RT/RW, pengajian, dan Posyandu, untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya eksploitasi seksual anak," imbuh dia.
Terakhir, ia mengingatkan bahwa fondasi perlindungan anak dimulai dari rumah.
"Orang tua memegang peran utama. Kalau anak-anak tidak diproteksi sejak dari rumah, maka risiko mereka terpapar berbagai bahaya ini semakin besar. Peristiwa eks Dolly adalah sinyal nyata ancaman terhadap masa depan generasi bangsa ini," pungkasnya.
Editor : Ipl