SURABAYA, KABARHIT.COM – Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKS Puguh Wiji Pamungkas, menerima audiensi Duta Pesona Indonesia di ruang Badan Musyawarah DPRD Jatim, Senin (2/2/2026).
Audiensi tersebut membahas penguatan peran generasi muda dalam pengembangan sekaligus promosi pariwisata Jawa Timur. Puguh menilai, Duta Pesona Indonesia memiliki posisi strategis sebagai brand ambassador pariwisata nasional.
“Jawa Timur ini lengkap. Potensi alam dan budayanya luar biasa. Tantangannya bukan pada potensi, tapi pada pengelolaan dan promosi yang belum optimal,” ujar Puguh.
Menurutnya, sektor pariwisata Jawa Timur masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar. Mulai dari konektivitas infrastruktur, arah kebijakan, hingga intervensi anggaran yang belum sepenuhnya tepat sasaran.
Ia juga menyoroti maraknya desa wisata yang tumbuh tanpa perencanaan matang. Fenomena ikut-ikutan tren atau fear of missing out (FOMO) dinilai berisiko membuat desa wisata tidak berkelanjutan.
“Desa wisata tidak boleh sekadar ikut tren. Harus dikelola secara profesional agar benar-benar berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat bawah,” tegasnya.
Puguh menambahkan, penguatan ekosistem pariwisata desa sejalan dengan visi pembangunan nasional yang menitikberatkan pertumbuhan ekonomi pedesaan. Dengan jumlah desa di Jawa Timur mencapai sekitar 8.000 desa, sektor pariwisata memiliki daya ungkit besar bagi perekonomian daerah.
“Kalau ekosistem pariwisata desa tumbuh, otomatis roda ekonomi desa bergerak. Ini akan memperkuat posisi Jawa Timur sebagai provinsi dengan daya dukung ekonomi yang besar,” ujarnya.
Terkait masih adanya objek wisata mangkrak, Puguh menekankan pentingnya tata kelola dan kualitas sumber daya manusia. Ia menilai, kebijakan dan anggaran tidak akan berdampak maksimal tanpa manajemen yang baik.
Puguh juga mengapresiasi peran Duta Pesona Indonesia dalam mempromosikan pariwisata di era digital. Menurutnya, generasi muda menjadi motor utama promosi wisata melalui media sosial.
“Di era digital, promosi sangat bergantung pada viralitas. Hari ini orang mengenal destinasi wisata lewat smartphone,” kata dia.
"Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah, desa, komunitas pariwisata, media, dan generasi muda terus diperkuat agar pengembangan pariwisata Jawa Timur berjalan optimal dan berkelanjutan," pungkasnya.
Editor : Ipul