SURABAYA, KABARHIT.COM – Program revitalisasi bahasa daerah dinilai menjadi bagian penting dalam upaya memperkokoh identitas kebangsaan di tengah derasnya arus globalisasi dan penetrasi budaya asing. Bahasa daerah disebut sebagai fondasi utama pembentukan karakter bangsa.
Pandangan tersebut disampaikan Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, saat ditemui di kantornya, Selasa (14/1/2026). Menurutnya, pelestarian bahasa daerah, khususnya di Jawa Timur, tidak bisa dipandang sekadar isu lokal, melainkan menyangkut kepentingan nasional.
“Bahasa daerah adalah akar identitas kebangsaan. Ketika bahasa daerah tergerus, karakter dan jati diri bangsa ikut melemah,” tegas Ning Lia.
Ia menyebut, Jawa Timur memiliki kekayaan bahasa daerah yang sangat beragam, mulai dari bahasa Jawa dengan berbagai dialek, bahasa Madura, Osing, hingga Tengger.
"Keragaman tersebut, ini perlu dirawat melalui kebijakan revitalisasi yang sistematis, terukur, dan berkelanjutan," imbuh dia.
Ning Lia menekankan pentingnya menghadirkan program revitalisasi bahasa daerah ke dalam ekosistem pendidikan dan ruang-ruang komunitas. Sekolah dinilai strategis sebagai sarana regenerasi penutur, sementara komunitas menjadi ruang hidup bagi praktik penggunaan bahasa daerah dalam keseharian.
“Sekolah dan komunitas harus menjadi garda terdepan agar bahasa daerah tetap hidup dan digunakan secara aktif,” imbuhnya.
Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu juga mengapresiasi langkah Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur yang telah melakukan pra-audiensi dan menyusun perencanaan program revitalisasi bahasa daerah. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan keseriusan negara dalam menjaga warisan budaya lokal sebagai bagian dari identitas nasional.
“Penguatan bahasa daerah bukan berarti mengurangi peran bahasa Indonesia. Justru sebaliknya, ini memperkaya kebudayaan nasional dan memperkuat persatuan,” katanya.
Sebagai wakil daerah di DPD RI, Ning Lia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan pelestarian bahasa daerah agar selaras dengan agenda pembangunan nasional, sekaligus mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya bangsa.
Editor : Ipul