TRENGGALEK, KABARHIT.COM-20 Januari 2026 – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Jawa kembali menegaskan komitmennya dalam pelestarian lingkungan pesisir melalui peresmian Program Rehabilitasi Terumbu Karang di Pantai Mutiara, Kabupaten Trenggalek. Program ini merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo pada pilar lingkungan, yang selaras dengan inisiatif Pelindo Lestari.
Kegiatan peresmian tersebut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek, di antaranya Wakil Bupati Trenggalek Syah Muhammad Natanegara, S.H., Kepala Dinas Perikanan Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Trenggalek, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Trenggalek, unsur TNI–Polri, pemerintah kecamatan dan desa, serta perwakilan komunitas masyarakat pesisir.
Program rehabilitasi ini dilatarbelakangi oleh kondisi terumbu karang nasional yang semakin memprihatinkan. Berdasarkan data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), sekitar 36,18 persen terumbu karang di Indonesia berada dalam kondisi rusak, sementara yang berada dalam kondisi baik dan sangat baik hanya mencapai 6,56 persen. Di Kabupaten Trenggalek sendiri, data Dinas Kelautan dan Perikanan tahun 2024 mencatat sekitar 30.000 meter persegi terumbu karang mengalami kerusakan. Kondisi tersebut menuntut langkah pemulihan yang konkret, terencana, dan kolaboratif.
Sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian ekosistem laut, Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa menginisiasi program rehabilitasi terumbu karang yang dilaksanakan bersama LAZNAS Lembaga Manajemen Infaq (LMI) dan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Rembeng Raya. Program ini meliputi kegiatan penanaman, transplantasi, hingga perawatan terumbu karang, serta perlindungan kawasan dengan melibatkan masyarakat pesisir. Pendekatan ini sejalan dengan penerapan konsep ekonomi biru (blue economy) dan konservasi laut berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan rehabilitasi dilakukan melalui berbagai metode, antara lain pembuatan 30 unit Bioreeftek Cinta, pembangunan 11 unit media tanam kebun bibit, serta pengembangan 10 unit Eco Fish House. Secara keseluruhan, sebanyak kurang lebih 3.000 bibit terumbu karang ditanam di perairan Pantai Mutiara Trenggalek, yang berfungsi sebagai sarana konservasi sekaligus media edukasi lingkungan. Total nilai program ini mencapai Rp138.750.000, yang bersumber dari dana TJSL PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Jawa.
Sub Regional Head Jawa Pelindo Regional 3, Purwanto Wahyu Widodo, menegaskan bahwa program rehabilitasi terumbu karang ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Pelindo dalam menjaga keberlanjutan ekosistem maritim.
“Rehabilitasi terumbu karang di Pantai Mutiara Trenggalek merupakan wujud nyata kepedulian kami terhadap kelestarian lingkungan pesisir. Terumbu karang tidak hanya menjadi penyangga ekosistem laut, tetapi juga sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan komunitas lokal, kami berharap program ini dapat memberikan dampak berkelanjutan, baik bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat,” ujar Purwanto.
Sementara itu, Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Natanegara, S.H., menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pelindo dalam mendukung upaya konservasi lingkungan di wilayah pesisir Trenggalek.
“Kami menyambut baik dan mengapresiasi langkah Pelindo yang telah berkontribusi nyata dalam rehabilitasi terumbu karang di Pantai Mutiara. Program ini tidak hanya penting untuk menjaga kelestarian laut, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekowisata bahari yang berkelanjutan bagi Kabupaten Trenggalek. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat seperti ini patut terus diperkuat,” ungkapnya.
Ke depan, pengelolaan dan perawatan hasil rehabilitasi terumbu karang akan dilaksanakan oleh Pokmaswas Rembeng Raya dengan pendampingan dari Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Jawa Timur. Selain itu, pengawasan serta evaluasi secara berkala akan dilakukan untuk memastikan keberlanjutan program dan manfaat jangka panjang bagi lingkungan maupun masyarakat pesisir.
Melalui program ini, Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa berharap Pantai Mutiara Trenggalek tidak hanya berfungsi sebagai kawasan konservasi terumbu karang, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata bahari berbasis kelestarian lingkungan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem laut.
Editor : Deni