SURABAYA, KABARHIT.COM - 30 Juli 2026 – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Jawa secara resmi meresmikan Kantin Transit Area Mirah, sebuah kawasan kantin terpadu yang berlokasi di Jalan Prapat Kurung Utara, Surabaya, Kamis (30/7). Kawasan yang sebelumnya merupakan gedung eks Dinas Gangguan Listrik ini kini telah ditata ulang menjadi pusat kuliner strategis bagi pedagang kaki lima (PKL) sekaligus ruang singgah yang nyaman bagi pengguna jasa pelabuhan.
Peresmian dilakukan secara simbolis melalui unveiling logo dan pemotongan tumpeng yang dihadiri oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya, Executive Director 3 Regional 3 PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Sub Regional Head Jawa Regional 3, Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak, serta Ketua Paguyuban PKL Prapat Kurung. Momentum ini menjadi bagian penting dalam upaya penataan kawasan Pelabuhan Tanjung Perak agar lebih tertib, bersih, aman, dan nyaman.
Kantin Transit Area Mirah dibangun sebagai solusi atas keberadaan PKL yang sebelumnya berjualan di sepanjang Jalan Prapat Kurung, yang kerap menimbulkan kepadatan lalu lintas akibat penataan yang belum optimal. Kehadiran fasilitas ini tidak hanya memberikan tempat usaha yang lebih layak bagi para pedagang, tetapi juga mendukung terciptanya kawasan pelabuhan yang lebih rapi dan tertata.
Dengan luas bangunan sekitar 2.000 meter persegi, kawasan ini dilengkapi 9 lot tenant utama serta 20 gerobak atau lapak bagi pelaku usaha. Selain itu, tersedia berbagai fasilitas pendukung seperti musholla, wastafel, kipas angin, toilet, Wi-Fi gratis, dan area parkir guna menunjang kenyamanan pengunjung.
Sub Regional Head Jawa Regional 3 PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Purwanto Wahyu Widodo, menyampaikan bahwa pembangunan Kantin Transit Area Mirah merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menata kawasan pelabuhan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kantin Transit Area Mirah merupakan wujud komitmen kami dalam menghadirkan kawasan pelabuhan yang lebih tertib, nyaman, dan strategis. Kami tidak hanya melakukan penataan kawasan, tetapi juga menyediakan ruang usaha yang lebih layak bagi PKL agar dapat berkembang secara berkelanjutan. Harapannya, kawasan Pelabuhan Tanjung Perak semakin rapi, bersih, dan tidak ada lagi PKL liar di sepanjang Jalan Prapat Kurung,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya, Agustinus Maun, mengapresiasi sinergi berbagai pihak dalam mewujudkan kawasan tersebut.
“Kami menyambut baik hadirnya Kantin Transit Area Mirah sebagai hasil kolaborasi berbagai pihak. Penataan ini tidak hanya meningkatkan estetika kawasan, tetapi juga mendukung kelancaran aktivitas kepelabuhanan dan keselamatan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para pedagang yang kini memiliki tempat usaha yang lebih representatif,” ungkapnya.
Pembangunan Kantin Transit Area Mirah melibatkan kolaborasi sejumlah pihak, termasuk Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang berperan dalam penertiban pedagang, serta dukungan dari Pelindo Group seperti Pelindo Multi Terminal dan Pelindo Terminal Petikemas Surabaya. Selain itu, berbagai divisi internal Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa, mulai dari Teknik, Properti, HSSE hingga Humas, turut berkontribusi dalam proses perencanaan hingga peresmian.
Ketua Paguyuban PKL Prapat Kurung, Parman, juga menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada para pedagang.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pelindo dan seluruh pihak yang telah menyediakan tempat usaha yang lebih baik. Kini kami bisa berjualan dengan lebih nyaman, tertib, dan fasilitas yang memadai. Semoga keberadaan Kantin Transit Area Mirah membawa manfaat bagi semua pihak,” ujarnya.
Melalui peresmian ini, Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa bersama para pemangku kepentingan berharap kawasan Pelabuhan Tanjung Perak semakin tertata, bersih, dan nyaman, serta mampu mendukung kelancaran aktivitas kepelabuhanan sekaligus menjadi contoh sinergi antara penataan kawasan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Editor : Tri Karyono