SURABAYA, KABARHIT.COM- Bank Indonesia Perwakilan Jawa Timur bersama dengan OJK, LPS II, Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur menggelar media Briefing dengan tema " Sinergi dan Kolaborasi Melanjutkan Transformasi dan Menjaga Stabilitas Ekonomi Jawa Timur untuk Mewujudkan Indonesia Tangguh dan Mandiri” Bertempat dikantor Perwakilan Bank Indonesia Surabaya, Senin, (9/02/2026)
Dalam kegiatan Media Briefing ini juga bertepatan dengan Hari Pers Nasional 9 Februari 2026, dengan mengambil tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”.yang dimana kegiatan tersebut Dihadiri 65 Jurnalis baik Cetak, Online maupun TV yang ada di Surabaya.
Mereka menyampaikan harapan agar terus menjadi mitra dalam Pemerintah dalam menyampaikan berita informasi. serta meningkatkan literasi yang akurat dalam menyampaikan berita yang berimbang, sehingga berdampak pada stabilitas ekonomi.
Dalam Sambutannya,Ibrahim selaku Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Jawa Timur menyampaikan bahwa Jatim secara nasional maupun di pulau Jawa dan secara keseluruhan pada tahun 2025 Jawa Timur mencatat tumbuh 5, 3326 (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2024 yang tercatat sebesar 4,9396 (yoy).
" Dari sisi permintaan, kinerja ekonomi Jawa Timur ditopang oleh konsumsi rumah tangga, kinerja investasi, dan aktmtas ekspor," kata Ibrahim
Ibrahim menegaskan bahwa kuatnya pertumbuhan ekonomi Jawa Timur didukung oleh terkendalinya inflasi pada Januari 2026 sebesar 3,29 (yoy), yang masih terjaga dalam sasaran 2,5±1 persen
" inflasi yang terjaga ini tidak lepas dari sinergi dan inovasi program Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam kerangka pengendalian inflasi 2025," tegas Ibrahim
Ia menambahkan, kedepan kinerja ekonomi Jawa Timur pada 2026 diprakirakan tetap terjaga pada kisaran 4,9–5,7 persen (yoy), hal ini disebabkan kuatnya konsumsi rumah tangga, investasi, terjaganya permintaan eksternal," tambahnya
Sejalan Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK, Horas V. M. Tarhoran, menyampaikan bahwa total penyaluran kredit perbankan nasional mencapai Rp625,66 triliun, tumbuh 1,90 persen (year on year/yoy).
" Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp817,59 triliun, atau tumbuh 3,50 persen (yoy)," terangnya
Stabilitas perbankan tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) berada di level 3,37 persen dan Capital Adequacy Ratio (CAR) yang kuat sebesar 31,38 persen.
" Ketahanan likuiditas tercermin dari rasio AL/DPK sebesar 26,74 persen dan AL/NCD sebesar 119,31 persen, yang berada di atas ambang batas," beber dia
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur, Saiful Islam, menyampaikan bahwa belanja APBN Jawa Timur hingga Desember 2025 tumbuh kuat dan berperan sebagai shock absorber, terutama melalui Transfer ke Daerah (TKD) yang tumbuh 0,74 persen.
Di sisi lain, Kepala LPS II Provinsi Jawa Timur, Bambang S. Hidayat, menegaskan komitmen LPS dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dengan menjamin 99,97 persen rekening simpanan.
Editor : Deni