SURABAYA, KABARHIT.COM – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk membongkar lapak pedagang unggas di Pasar Pabean menuai penolakan.
Puluhan pedagang dari berbagai wilayah di Kota Pahlawan mendatangi lokasi pasar, Selasa (5/5)
Aksi yang berlangsung secara damai itu diwarnai suasana penuh kekompakan. Para pedagang menilai rencana pembongkaran berpotensi mengganggu mata pencaharian yang telah mereka jalani selama bertahun-tahun, sehingga mereka berharap pemerintah lebih mengedepankan penataan daripada pembongkaran total.
koordinator pedagang unggas, Fauzi, menegaskan bahwa dirinya dan rekan-rekan sesama pedagang bukannya anti-regulasi, namun mereka meminta kebijaksanaan dari pihak pemerintah. Fauzi berharap Pemkot tidak gegabah melakukan pembongkaran, melainkan mengedepankan langkah penataan.
"Saya minta jangan dibongkar, hanya ditertibkan saja. Harapan kami, di sini dibuatkan pengelohan Air Limbah (IPAL) agar lebih tertata dan higienis," ujar Fauzi
para pedagang lain yang hadir di lokasi juga menunjukkan kekompakan serupa. Mereka menekankan bahwa jika pembongkaran tetap dipaksakan, pemerintah harus memenuhi dua syarat utama.
Pertama, menyediakan stand pengganti yang sesuai dengan peruntukan dagang unggas. Kedua, lokasi relokasi tidak boleh jauh dari titik awal mereka berjualan agar tidak kehilangan pelanggan setia.
Hingga berita ini diturunkan, para pedagang masih bertahan di area Pasar Pabean sambil menunggu perwakilan dari pihak terkait untuk melakukan audiensi.
Mereka berharap aspirasi mengenai pembangunan IPAL dan penolakan pembongkaran ini dapat dikaji ulang demi kelangsungan ekonomi kerakyatan di Surabaya.
Editor : Deni