Hasil RDK OJK Mei 2026: IHSG Terkoreksi 29% tetapi Jumlah Investor Baru Meningkat 1,26 Juta

Jakarta, 5 Juni 2026 - Dewan Komisioner OJK menggelar konferensi pers daring untuk menyampaikan asesmen sektor jasa keuangan dan kebijakan OJK periode Mei 2026.
Jakarta, 5 Juni 2026 - Dewan Komisioner OJK menggelar konferensi pers daring untuk menyampaikan asesmen sektor jasa keuangan dan kebijakan OJK periode Mei 2026.

JAKARTA, KABARHIT.COM- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDK) periode Mei 2026 pada Kamis, 5 Juni 2026.

OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga meski berada di tengah tekanan global. Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan ekspektasi suku bunga tinggi yang lebih lama menjadi tantangan utama. Namun, kinerja domestik masih menunjukkan ketahanan.

Berikut tujuh poin penting hasil RDK OJK Mei 2026 beserta dampaknya bagi masyarakat:

1. Tekanan Global Tinggi, Ekonomi Domestik Tetap Tahan*
Konflik geopolitik di Timur Tengah mendorong kenaikan harga energi. Kondisi ini memperkuat ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi dalam waktu lama atau "higher for longer". Akibatnya, biaya pinjaman seperti KPR dan kredit usaha masih berada pada level tinggi.

Di sisi lain, aktivitas ekonomi domestik relatif kuat. Sektor manufaktur kembali ekspansif pada Mei 2026. Neraca perdagangan Indonesia juga masih mencatatkan surplus, meski nilainya lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

2. IHSG Terkoreksi 29%, Likuiditas Pasar Justru Meningkat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 6.127,38 pada akhir Mei 2026. Secara bulanan IHSG terkoreksi 11,92%, sementara sepanjang tahun 2026 koreksinya mencapai 29,14%.

Menariknya, tekanan harga tidak mengurangi aktivitas transaksi. Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) justru meningkat menjadi Rp22,86 triliun dari Rp18,51 triliun pada April. Investor asing mencatat net sell Rp4,10 triliun di pasar saham, namun aksi beli dari investor domestik menjaga likuiditas pasar.

3. Investor Baru Bertambah 1,26 Juta dalam Sebulan

Jumlah investor pasar modal terus tumbuh pesat. Sepanjang Mei 2026, investor baru bertambah 1,26 juta orang. Secara year-to-date, total investor mencapai 27,75 juta atau tumbuh 36,27%.

Aset kelolaan reksa dana juga naik menjadi Rp1.049 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi, terutama di tengah koreksi IHSG.

4. Kredit UMKM Mulai Tumbuh, Bank Tetap Kuat

Penyaluran kredit perbankan per April 2026 tumbuh 9,98% secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun. Pertumbuhan tertinggi datang dari kredit investasi yang naik 19,48%.

Kabar baik untuk UMKM: setelah sempat melambat, kredit untuk usaha mikro, kecil, dan menengah akhirnya tumbuh 0,16% secara tahunan. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat 11,39% menjadi Rp10.077 triliun.

Kualitas kredit tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross berada di level aman 2,17%, sementara rasio kecukupan modal (CAR) sangat kuat di angka 23,97%.

5. Layanan Paylater dan Pinjol Tumbuh Pesat

Tren Buy Now Pay Later (BNPL) terus meningkat. Outstanding BNPL perbankan tumbuh 37,29% menjadi Rp29,3 triliun dengan 31,76 juta rekening. Pada perusahaan pembiayaan, BNPL naik 56,92% menjadi Rp12,93 triliun.

Pinjaman daring atau fintech P2P lending juga tumbuh 26,11% menjadi Rp102,07 triliun. Tingkat kredit macet di atas 90 hari (TWP90) terjaga pada 4,62%.

OJK menindak tegas pelanggaran. PT Indosaku Digital Teknologi dikenai sanksi administratif Rp875 juta karena praktik penagihan yang tidak sesuai aturan.

6. Aset Kripto dan Tokenisasi Berkembang

Ekosistem aset digital terus berkembang. Jumlah akun aset kripto mencapai 21,70 juta dengan nilai transaksi bulanan Rp22,98 triliun pada April 2026.

OJK menerbitkan izin usaha kepada PT Luno Indonesia Ltd sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital pada 25 Mei 2026. Selain itu, empat peserta regulatory sandbox dengan model bisnis tokenisasi emas, surat berharga, dan properti telah lulus.

7. Pemberantasan Penipuan: Dana Rp196 Miliar Berhasil Diselamatkan

Melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), OJK dan Satgas PASTI telah memblokir 515.553 rekening penipuan sejak November 2024 hingga Mei 2026. Dari 579.459 laporan yang masuk, dana korban senilai Rp196,93 miliar berhasil dikembalikan.

OJK juga menghentikan enam entitas ilegal yang melakukan penipuan berkedok investasi fiktif dan kerja paruh waktu.

Optimis dengan Kehati-hatian

Secara keseluruhan, OJK menilai sektor jasa keuangan nasional memiliki fondasi yang kuat. Permodalan bank tebal, intermediasi tumbuh, dan kepercayaan investor meningkat.

Namun, tantangan global masih perlu diwaspadai. OJK berkomitmen menjaga tata kelola dan prinsip kehati-hatian agar kepercayaan publik terhadap sistem keuangan tetap terjaga.

KATEGORI:* Ekonomi
*TAG:* OJK 2026, IHSG, Kredit UMKM, Ekonomi Indonesia
*ALT GAMBAR:* `Hasil RDK OJK Mei 2026 IHSG terkoreksi 29 persen`

Keterangan foto : Jakarta, 5 Juni 2026 - Dewan Komisioner OJK menggelar konferensi pers daring untuk menyampaikan asesmen sektor jasa keuangan dan kebijakan OJK periode Mei 2026.

 

Editor : Deni