SURABAYA, KABARHIT.COM — PS Mitra Kota Surabaya sukses menggelar Turnamen Progresif Piala Ketua DPRD Kota Surabaya 2026 untuk kelompok umur (KU) U-10 dan U-12. Ajang yang berlangsung selama dua hari di Lapangan Poral, Lidah Wetan, ini resmi ditutup pada Minggu (26/7/2026) sore dengan lancar tanpa kendala berarti.
Turnamen sepak bola usia dini ini menjadi bagian dari program pembinaan rutin tahunan sekaligus momentum kebangkitan setelah cukup lama vakum dari penyelenggaraan kompetisi serupa. Sebanyak sekitar 30 tim ambil bagian, dengan total hampir 70 pertandingan yang digelar—45 laga pada hari pertama dan 38 laga pada hari kedua.
Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri berharap dari turnamen ini nantinya muncul pemain-pemain berbakat yang nantinya bisa mengharumkan nama Surabaya maupun Indonesia di ajang internasional.
"Para pemain usia dini seperti ini perlu banyak berkompetisi agar memiliki jam terbang dan kemampuannya, baik teknik maupun skill-nya terasah," tandas dia.
Ketua Umum PS Mitra Surabaya, Abdullah menyampaikan bahwa turnamen ini merupakan upaya untuk menjaga kontinuitas pembinaan, selain melalui kompetisi liga yang sudah berjalan.
“Kami memang setiap tahun memiliki program pembinaan. Selain liga, juga ada turnamen. Karena cukup lama tidak ada turnamen, akhirnya kami kembali menggelarnya untuk usia dini,” ujarnya.
Turnamen yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh sekitar 30 peserta dengan total hampir 70 pertandingan. Rinciannya, hari pertama digelar 45 pertandingan dan hari kedua sebanyak 38 pertandingan. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Kegiatan ini dinilai sangat penting untuk memenuhi kebutuhan jam tanding bagi pemain usia dini, yang menjadi salah satu indikator pembinaan sesuai standar FIFA.
“Jam tanding itu penting untuk perkembangan anak-anak. Ini bagian dari pembinaan yang harus dipenuhi,” tambahnya.
Penyelenggara juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara, termasuk sponsor, komunitas, serta panitia pelaksana yang dipimpin oleh Coach Muhaji. Dedikasi panitia disebut menjadi kunci suksesnya turnamen tersebut.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Komunitas Judes dan Ketua DPRD Surabaya, Saifuddin Zuhri, atas dukungan terhadap kegiatan olahraga tersebut.
Lebih lanjut, turnamen ini telah mengantongi rekomendasi resmi dari PSSI Kota Surabaya. Hal ini membuat sertifikat yang diperoleh peserta dapat digunakan sebagai jalur prestasi akademik.
“Setiap turnamen kami upayakan memiliki rekomendasi resmi dari PSSI. Tujuannya agar tidak liar dan sertifikatnya bisa dimanfaatkan anak-anak untuk jalur prestasi, terutama bagi usia U-12 yang akan melanjutkan ke jenjang SMP,” jelasnya.
Senada juga , Ketua Panitia Pelaksana, Coach Muhaji Wijaya mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah pembinaan, bukan sekadar kompetisi.
“Alhamdulillah semua berjalan lancar, tidak ada kendala, dan para peserta merasa senang. Ini bentuk pembinaan yang sangat baik karena semua tim merasa puas dengan pertandingan yang digelar,” ujarnya.
Ke depan, penyelenggara berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung perkembangan sepak bola usia dini di Surabaya.
Sementara pada Turnamen Progresif Piala Ketua DPRD Kota Surabaya 2026 ini, Guyub Sport F C menunjukkan dominasinya dengan menjuarai di KU-10 dan KU-12.
Pelatih Guyub Sport FC (KU-12), Andi Achmad mengapresiasi penampilan para pemainnya yang dinilai sudah menunjukkan kualitas permainan yang baik, meski menghadapi lawan yang semakin kuat di fase menuju semifinal hingga final turnamen.
Ia menyebut, seluruh pemain memiliki kemampuan yang merata. Namun, kunci kemenangan terletak pada kesiapan mental di lapangan.
“Saya selalu sampaikan ke anak-anak, bukan soal siapa yang bermain, tapi siapa yang paling siap, itu yang akan jadi juara. Alhamdulillah, yang siap hari ini bisa memenangkan pertandingan,” ujarnya.
Dalam pertandingan tersebut, tim sebenarnya memiliki banyak peluang untuk mencetak gol. Namun, penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah. Beberapa pemain terlihat tegang, terutama di dua laga terakhir. Meski demikian, secara keseluruhan tim mampu menyelesaikan pertandingan dengan baik.
“Peluang banyak, tapi memang penyelesaian akhir masih kurang. Anak-anak juga sempat tegang, berbeda dengan awal-awal pertandingan yang tampil lebih lepas,” tambahnya.
Menariknya, persiapan tim untuk mengikuti turnamen ini tergolong sangat singkat, hanya sekitar satu minggu. Hal ini dikarenakan para pemain berasal dari klub yang berbeda-beda, sehingga waktu latihan bersama cukup terbatas.
“Persiapan kita cuma satu minggu. Karena pemain berasal dari berbagai klub, jadi kita kumpulkan dan latihan bersama khusus untuk turnamen ini,” jelasnya.
Untuk ke depan, ia menilai penyelenggaraan turnamen sudah cukup baik, meski tetap ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Salah satunya terkait kehadiran penonton, khususnya wali murid, yang dinilai dapat memengaruhi konsentrasi pemain jika tidak diatur dengan baik.
“Turnamen ini sudah bagus, tapi tetap ada evaluasi. Kehadiran penonton, terutama wali murid yang masuk ke area tertentu, itu bisa memengaruhi anak-anak di lapangan. Ini perlu diperhatikan ke depannya,” pungkasnya.
Sementara itu, Pelatih Ferfaza FC KU-12, Muhammad Rahman Hadi, tetap memberikan apresiasi tinggi kepada para pemainnya meski harus mengakui kekalahan di partai final melalui adu penalti.
Menurut Ramadhan, jalannya pertandingan berlangsung cukup berimbang sejak awal hingga akhir laga. Namun, keberuntungan belum berpihak kepada timnya saat penentuan melalui titik putih.
“Saya apresiasi perjuangan anak-anak dari awal turnamen sampai babak final. Mereka sudah berjuang sangat maksimal,” ujar Ramadhan usai pertandingan.
Ia menilai turnamen tersebut memberikan pengalaman berharga bagi para pemain, terutama dalam meningkatkan mental dan kemampuan bertanding. Ke depan, tim akan melakukan evaluasi untuk tampil lebih baik di kesempatan berikutnya.
Terkait insiden penalti, Ramadhan menganggap hal tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran bagi para pemain muda.
“Penalti itu wajar, namanya juga anak-anak masih dalam tahap belajar. Harusnya bola atas dihadapi dengan heading, bukan kaki. Ini jadi pembelajaran penting,” jelasnya.
Ia berharap pengalaman di final ini dapat menjadi motivasi bagi para pemain untuk terus berkembang dan meraih hasil lebih baik di masa mendatang.
Editor : Deni Noel