SURABAYA, KABARHIT.COM — Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Jawa Timur Shodiqin, S.H., M.M. menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan program prioritas dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia 2026.
Selain menggelar berbagai kegiatan internal bersama pegawai dan keluarga, BKKBN Jatim tetap memprioritaskan program pembangunan keluarga serta pencegahan stunting di Jawa Timur.
Dalam keterangannya, perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur menyebut terdapat lima program prioritas yang terus didorong. Kelima program tersebut yakni Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), SIDAYA (Lansia Berdaya), GENTING (Gerakan Orang Tua Sehat Tanpa Stunting), serta Super F atau konsultasi keluarga.
"Di samping program-program prioritas tersebut, kami juga tetap fokus kepada para kader dan Tim Pendamping Keluarga di lapangan, baik di kecamatan maupun desa," ujarnya,Senin, (17/08/2026)
Tim Pendamping Keluarga juga memiliki peran dalam mendukung penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG) kepada sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, serta balita yang belum mengikuti pendidikan anak usia dini (PAUD).
Menurutnya, pemberian MBG kepada kelompok sasaran tersebut menjadi salah satu upaya penting dalam mencegah terjadinya stunting, khususnya di Jawa Timur.
"Program-program ini untuk sasaran 3B bagus untuk pencegahan stunting-stunting di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, sehingga stunting bisa turun," katanya.
Terkait pelaksanaan MBG yang selama ini mendapat sorotan dan keluhan di sejumlah sekolah, BKKBN Jatim memastikan mekanisme penyaluran bagi sasaran 3B dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Tim Pendamping Keluarga turut berperan dalam mengantarkan makanan kepada penerima manfaat sekaligus memberikan edukasi mengenai pemenuhan gizi.
"Alhamdulillah, sesuai SOP, para pengantar yang mengantarkan MBG sesuai dengan Peraturan Presiden adalah kader pendamping keluarga atau Tim Pendamping Keluarga," jelasnya.
Ia menekankan pentingnya memastikan makanan yang diberikan benar-benar dikonsumsi oleh kelompok sasaran. Ibu hamil, ibu menyusui, maupun balita harus menjadi penerima sekaligus menikmati manfaat makanan bergizi tersebut.
"Jangan sampai salah sasaran. Karena tugas dari Tim Pendamping Keluarga, di samping mengantarkan makanan, juga memberikan edukasi," tuturnya.
Edukasi tersebut mencakup cara mengonsumsi makanan serta pentingnya pemenuhan asupan bergizi dan protein. Dengan demikian, kebutuhan gizi keluarga tetap dapat dipenuhi meskipun pemberian MBG tidak berlangsung setiap waktu makan.
"Kalau di hari-hari tertentu mungkin makan siang atau malamnya tidak ada MBG karena satu hari satu, maka makan di tempat yang lain itu bisa terpenuhi gizi dan proteinnya," tambahnya.
Sementara itu, dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, pegawai BKKBN Jatim juga mengenakan pakaian adat.
Penggunaan pakaian adat tersebut mengikuti surat edaran pemerintah terkait pelaksanaan upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI 2026.
Menurutnya, penggunaan pakaian adat menjadi momentum untuk menunjukkan keberagaman budaya Indonesia. Pegawai dari Jawa, misalnya, dapat mengenakan beskap sebagai salah satu busana tradisional Jawa.
"Ini sangat terkesan, masing-masing wilayah mempunyai adat masing-masing," pungkasnya.
Editor : Tri Karyono