KABARHIT, SURABAYA - Tunas Indonesia Raya atau Tidar bakal memiliki tantangan berat untuk meyakinkan generasi milenial dan generasi z agar berpartisipasi aktif dalam politik. Karena beberapa survei menyebutkan hanya 22 persen anak muda yang tertarik pada politik.
Ketua DPD Partai Gerindra Jatim Anwar Sadad, Waketum DPP Partai Gerindra Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Sekjen PP Tunas Indonesia Raya (Tidar) Moreno Soeprapto dan Sekretaris Gerindra Jatim Kharisma Febriansyah menghadiri Pembukaan Musdalub Tidar Jatim di Hotel Majapahit Surabaya, Sabtu (6/11/2021).
Dalam sambutannya, Anwar Sadad mengatakan Tunas Indonesia Raya atau Tidar sebagai organisasi sayap Partai Gerindra memiliki tantangan berat untuk meyakinkan generasi milenial dan generasi z berpartisipasi aktif dalam politik.
Beberapa survei menyebutkan hanya 22 persen anak muda yang tertarik pada politik. Tapi menurut saya, meskipun ada 78 persen anak muda tidak tertarik pada politik, bukan berarti mereka apolitis. Nyatanya anak-anak muda justru memainkan peran yang efektif dalam aksi-aksi sosial, tegasnya.
Sadad menerangkan, peran anak muda dalam sejarah kebangsaan tak diragukan lagi. Ketika Republik ini baru berdiri, posisi penting di pemerintahan sudah dipercayakan kepada anak muda.
Jaksa Agung pertama Mr Kasman Singodimedjo diangkat pertama kali di usia 38 tahun. Bahkan, Adam Malik menjadi Wakil Ketua KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat), cikal bakal DPR RI, ketika berusia 28 tahun.
Karena itu keterlibatan anak muda di politik hari-hari ini dimaknai sebagai merebut kembali peran yang sudah dimainkan sejak lama, tukasnya.
Kegiatan Musdalub Tidar Jatim berlangsung pada 6-7 November 2021 di Hotel Mahapahit Surabaya. Di samping Musdalub, kegiatan juga diisi dengan Pelatihan Tunas I dan Pelatihan Tunas II, sebagai bagian dari jenjang pengkaderan internal. Tidar adalah organisasi sayap Partai Gerindra untuk menjaring segmen anak muda. Saat ini pimpinan pusat Tidar diketuai oleh Aryo Djojohadikusumo
and
Editor : Deni