TPT Kabupaten Malang Masih 80 Ribu, Puguh DPRD Jatim Dorong Masuknya Investasi Baru

Anggota Komisi E DPRD Jatim Puguh Wiji Pamungkas. (Foto: Istimewa)
Anggota Komisi E DPRD Jatim Puguh Wiji Pamungkas. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, KABARHIT.COM - Update data terbaru tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Malang tahun 2024 yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS), direspon Anggota DPRD Jawa Timur Dapil Malang Raya Puguh Wiji Pamungkas. 

Berdasarkan catatan BPS, terjadi dua tahun terakhir TPT pada tahun 2024 ini tercatat 5,13 persen atau sekitar 80.950 orang yang masih berstatus menganggur. 

Politisi Partai Keadilan Sejahtera menilai penurunan TPT ini harus menjadi dorongan bagi semua pihak, untuk mempercepat kolaborasi dan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat. 

"Jumlah angkatan kerja di Jatim menembus 2,19 juta orang. Dari angka itu, 1,5 juta sudah bekerja dan 80 ribu masih menganggur. Ini fenomena yang perlu disikapi," ujar Puguh sapaan akrabnya dikutip laman resmi fraksipksjatim, Senin (1/12/2025). 

Puguh mengatakan pemerintah kabupaten (pemkab) alang harus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah provinsi (pemprov) dan pemerintah pusat untuk mengupayakan seluruh program penurunan pengangguran yang sudah berjalan. 

"Balai Latihan Kerja (BLK) di malang harus dimaksimalkan. Warga yang masuk usia kerja harus dilatih dan ditingkatkan kapasitas serta kompetensinya agar siap masuk ke dunia kerja," bebernya. 

Hal demikian, Puguh juga menyoroti besarnya peluang kerja di luar negeri yang belum sepenuhnya dimanfaatkan bagi warga Malang. 

"Potensi kerja di luar negeri sangat luas. Pemkab harus menyiapkan masyarakat yang berminat, melatih, meningkatkan kompetensi, serta memfasilitasi agar bisa bekerja secara aman, nyaman ,dan sesuai aturan," imbuh Anggota komisi E DPRD Jatim. 

Sekretaris Fraksi PKS menekankan pentingnya regulasi dan kepastian hukum bagi calon pekerja migran, untuk mencegah pekerja ilegal. Ia pun menuturkan penurunan IPT juga sangat bergantung pada iklim investasi dan industri di Kabupaten Malang. 

"Wilayah Malang sangat luas dan punya resource luar biasa di sektor pertanian, perkebunan, pariwisata hingga perindustrian. Jika peluang investasi dibuka seluas-luasnya, Industri akan tumbuh dan otomatis peluang kerja bagi masyarakat meningkat," kata Puguh. 

Puguh mengungkapkan, semakin baik hubungan antara pemerintah, industri, dan masyarakat maka semakin besar pula peluang terbentuknya lapangan kerja baru. 

"Dengan adanya kepastian hukum dan regulasi yang jelas, industri akan lebih percaya untuk berinvestasi. Dampaknya langsung yaitu pengangguran turun dan ekonomi masyarakat naik," pungkasnya.

Editor : Ipul