Mahasiswa Soroti Peran PDCA dan Komunikasi Organisasi dalam Pengembangan SDM

SURABAYA, KABARHIT.COM – Peran komunikasi organisasi dinilai menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus menentukan keberhasilan sebuah organisasi. Komunikasi yang buruk berpotensi menghambat pencapaian visi dan misi, bahkan memicu kegagalan kinerja secara menyeluruh.

Hal tersebut disampaikan oleh mahasiswa komunikasi organisasi A, Ahmad Dafa Fajar Ananda Putra, dalam artikel tugas mata kuliah komunikasi organisasi yang diampu Drs. Widiyatmo Ekoputro.

Mahasiswa Komunikasi Organsiasi A Ahmad Dafa mengatakan komunikasi organisasi berfungsi sebagai penggerak seluruh lini, mulai dari pemangku kepentingan hingga operator di level terbawah. 

“Komunikasi organisasi yang baik mampu menyatukan arah gerak, memperjelas strategi, serta menyampaikan pesan secara efektif. Dampaknya, kualitas SDM dapat meningkat secara signifikan,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Senin (22/12/2025). 

Ia pun menjelaskan, SDM merupakan penggerak utama dalam proses organisasi untuk mencapai visi, misi, dan tujuan. Namun, tantangan kualitas SDM masih menjadi persoalan serius. 

"Berdasarkan survei Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), sekitar 30 persen perusahaan di Indonesia mengaku kesulitan merekrut talenta berkualitas yang sesuai kebutuhan organisasi," katanya. 

“Kualitas SDM yang rendah akan berdampak langsung pada kinerja organisasi. Jika dibiarkan, tujuan organisasi sulit tercapai,” tambah dia.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menyediakan berbagai program pelatihan, mulai dari training, seminar, hingga edukasi perlindungan tenaga kerja. Program ini diharapkan mampu membekali calon tenaga kerja maupun pekerja yang dinilai masih kurang optimal kinerjanya.

Selain dukungan eksternal, evaluasi internal organisasi juga dinilai krusial. Organisasi yang sehat, kata dia, rutin melakukan evaluasi kinerja bulanan terhadap pegawai. SDM dengan kinerja kurang optimal perlu diberikan pelatihan sesuai dengan kesenjangan kompetensi masing-masing.

Dalam proses rekrutmen, komunikasi organisasi juga berperan penting dalam memberikan arahan kerja sesuai bidang, memperkaya kapasitas perusahaan, hingga mengenalkan program pengembangan kompetensi, termasuk pelatihan tambahan atau side job yang relevan.

“Evaluasi rutin wajib dilakukan agar organisasi dapat mengetahui permasalahan SDM secara dini dan segera melakukan perbaikan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya komunikasi dua arah untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan SDM. Beberapa langkah yang dapat diterapkan antara lain penyediaan kotak saran di setiap divisi, ruang konsultasi untuk menyampaikan keluhan, hingga morning briefing secara rutin.

“Dari komunikasi dua arah, organisasi bisa mengetahui akar persoalan yang dihadapi SDM dan menyusun solusi yang tepat,” jelasnya.

"Selain itu, penerapan metode PDCA (Plan, Do, Check, Action) dinilai efektif sebagai formula perbaikan berkelanjutan bagi organisasi dan SDM," tukas dia.

Ia menyimpulkan, kualitas SDM menentukan maju atau tidaknya sebuah organisasi. Organisasi akan berjalan optimal dan mencapai keberhasilan apabila peran komunikasi organisasi mampu meningkatkan kualitas SDM secara berkelanjutan.

“Komunikasi yang efektif, pelatihan yang tepat, serta pengarahan yang jelas akan menciptakan kepuasan kerja dan memastikan tujuan organisasi tercapai,” pungkasnya.

Editor : Ipl