SURABAYA, KABARHIT.COM – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mencatatkan kinerja positif pada akhir tahun 2025. Sepanjang bulan Desember 2025, arus peti kemas tumbuh sebesar 4,03 persen secara bulanan (month-on-month) dibandingkan November 2025.
Volume peti kemas meningkat dari 132 ribu Twenty-foot Equivalent Units (TEUs) pada November menjadi 138 ribu TEUs pada Desember 2025. Pertumbuhan tersebut didorong oleh kontribusi peti kemas internasional yang mencapai 130 ribu TEUs, serta peti kemas domestik sebesar 8 ribu TEUs. Sebagai perbandingan, pada November 2025 arus peti kemas internasional tercatat 125 ribu TEUs, sedangkan domestik 7 ribu TEUs.
Secara kumulatif, arus peti kemas internasional selama periode Januari–Desember 2025 mencapai 1,509 juta TEUs, atau tumbuh 0,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 1,508 juta TEUs.
Namun demikian, jika dihitung secara total—baik peti kemas domestik maupun internasional—arus peti kemas TPS mengalami koreksi 0,45 persen secara tahunan (year-on-year), dari 1,58 juta TEUs pada 2024 menjadi 1,57 juta TEUs pada 2025. Koreksi ini disebabkan oleh terjadinya ketidakseimbangan (unbalancing) antara volume dan ship’s call pada layanan peti kemas domestik.
Saat ini, TPS mengelola terminal peti kemas dengan fasilitas dermaga internasional sepanjang 1.000 meter dan dermaga domestik sepanjang 450 meter, yang didukung oleh 12 unit electric Container Crane (e-CC) guna meningkatkan efisiensi serta keandalan operasional bongkar muat.
Dari sisi perdagangan luar negeri, kinerja ekspor dan impor juga menunjukkan tren positif. Arus peti kemas ekspor pada Desember 2025 tumbuh 5 persen secara month-on-month, dari 59 ribu TEUs menjadi 62 ribu TEUs. Sementara itu, arus impor meningkat 2,98 persen, dari 66 ribu TEUs pada November menjadi 68 ribu TEUs pada Desember 2025.
Sepanjang Januari–Desember 2025, komposisi arus peti kemas ekspor dan impor masing-masing tercatat 49 persen atau 741 ribu TEUs untuk ekspor, dan 51 persen atau 767 ribu TEUs untuk impor. Persentase ini relatif tidak berubah dibandingkan periode yang sama tahun 2024, di mana ekspor tercatat 743 ribu TEUs dan impor 765 ribu TEUs.
Selain itu, jumlah kunjungan kapal ke TPS sepanjang 2025 mengalami peningkatan signifikan sebesar 5,43 persen, dari 1.215 kunjungan pada 2024 menjadi 1.281 kunjungan di tahun 2025.
“Pertumbuhan arus peti kemas ini menunjukkan kinerja operasional TPS yang tetap terjaga di tengah dinamika logistik internasional,” ujar Erika Asih Palupi.
Ia menambahkan, capaian tersebut ditopang oleh keandalan layanan bongkar muat serta kelancaran proses pelayanan di terminal.
Apresiasi juga datang dari pengguna jasa. Wakil Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Timur, Boy George Rahman, menilai berbagai perbaikan layanan TPS telah memberikan dampak positif bagi kelancaran aktivitas logistik, khususnya bagi para eksportir.
“Kami sangat mengapresiasi layanan TPS, terutama pada layanan receiving peti kemas ekspor. Truck Round Time (TRT) berada di bawah 30 menit, sehingga sangat membantu efisiensi pengiriman. Kami berharap ke depan layanan TPS terus ditingkatkan,” ujarnya.
Dari sisi produktivitas, TPS mencatat rata-rata kinerja bongkar muat sebesar 52 box/ship/hour sepanjang 2025. Angka ini melampaui standar minimum 48 box/ship/hour yang ditetapkan Kementerian Perhubungan melalui KSOP Utama Tanjung Perak.
TPS juga berhasil mempertahankan dominasi pasar peti kemas internasional dengan pangsa pasar sebesar 83 persen di Pelabuhan Tanjung Perak.
Editor : Deni