SURABAYA, KABARHIT.COM – Transformasi layanan Rumah Sakit Menur Surabaya menuai apresiasi dari Anggota DPD RI Lia Istifhama. Dalam kunjungan lapangan, senator yang akrab disapa Ning Lia itu menilai RS Menur kini menjelma menjadi rumah sakit rujukan dengan layanan kesehatan jiwa dan umum yang semakin komprehensif serta terintegrasi.
Menurut Ning Lia, RS Menur tidak lagi semata dikenal sebagai rumah sakit khusus kesehatan mental. Berbagai layanan baru kini hadir, mulai dari kesehatan tumbuh kembang anak, layanan remaja, hingga pelayanan medis umum.
“Dulu RS Menur identik dengan kesehatan jiwa. Sekarang pelayanannya berkembang sangat pesat, mencakup rawat jalan, rawat inap, rehabilitasi kesehatan, layanan psikologi, hingga kesehatan anak dan remaja,” ujar Ning Lia saat kunjungan, Kamis (15/1/2026).
Ia mengingat, pada masa awal pandemi Covid-19 tahun 2020, fokus utama RS Menur masih pada layanan kesehatan mental. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, modernisasi fasilitas, penambahan infrastruktur medis, serta peningkatan kualitas layanan telah mengubah wajah rumah sakit secara signifikan.
Transformasi tersebut, kata Ning Lia, tidak lepas dari kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang mendorong percepatan revitalisasi fasilitas kesehatan daerah agar lebih adaptif terhadap tantangan kesehatan masyarakat.
Selain pengembangan layanan, Ning Lia juga menyoroti peningkatan kualitas sumber daya manusia tenaga kesehatan. Hal ini tercermin dari kemampuan tim medis RS Menur dalam menangani berbagai kasus, termasuk persalinan bayi kembar.
“Peningkatan fasilitas ini sejalan dengan peningkatan kualitas SDM tenaga kesehatan yang bekerja secara profesional,” tegasnya.
Perubahan juga terlihat dari aspek fisik dan kenyamanan pelayanan. Area yang sebelumnya difungsikan sebagai Instalasi Gawat Darurat (IGD) kini disulap menjadi ruang tunggu yang lebih modern dan humanis. Ruang tersebut dilengkapi fasilitas penunjang serta suasana yang mendukung kenyamanan psikologis pasien dan keluarga.
Ning Lia menilai pendekatan pelayanan yang lebih manusiawi ini penting untuk mengikis stigma terhadap layanan kesehatan mental. Dengan fasilitas yang ramah dan nyaman, masyarakat diharapkan semakin terbuka mengakses layanan psikologi dan psikiatri.
“Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Ketika fasilitasnya terus ditingkatkan, masyarakat akan lebih berani datang dan berobat,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur RSJ Menur Surabaya Fitria Dewi menyebut peningkatan fasilitas berdampak langsung pada kenaikan jumlah kunjungan pasien. Sepanjang 2025, kunjungan IGD tercatat mencapai 9.272 pasien, naik dari 7.543 kunjungan pada tahun sebelumnya.
Kunjungan rawat jalan juga meningkat signifikan, dari 62.167 kunjungan pada 2024 menjadi 77.920 kunjungan pada 2025. Lonjakan serupa terjadi pada layanan rawat inap. Pasien rawat inap jiwa naik dari 6.211 menjadi 6.908 pasien, sementara rawat inap non-jiwa meningkat dari 413 menjadi 1.013 pasien.
Dari sisi efisiensi pelayanan, Average Length of Stay (ALOS) menunjukkan tren penurunan, dari 22,29 hari pada 2022 menjadi 15,13 hari pada 2025. Pada tahun yang sama, ALOS jiwa tercatat 15,11 hari dan ALOS non-jiwa 3,40 hari.
Sementara Bed Occupancy Rate (BOR) terus meningkat hingga mencapai 80,42 persen pada 2025. Angka tersebut dinilai ideal karena mencerminkan pemanfaatan tempat tidur yang optimal tanpa overkapasitas.
Transformasi ini menandai babak baru RS Menur Surabaya sebagai rumah sakit modern, adaptif, dan inklusif dalam memberikan pelayanan kesehatan fisik maupun mental bagi masyarakat Jawa Timur.
Editor : Ipl